Membentuk Karakter Anak Bangsa Melalui Pembelajaran Pancasila

  • 06 Agt 2026 10:48 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pendidikan pancasila di rancang untuk memperkuat toleransi, persatuan serta integritas moral pelajar di tengah kemajemukan Indonesia. Buku Teks Utama (BTU) penting diterapkan bagi pelajar untuk menjamin kesinambungan dan keselarasan pembelajaran nasional, serta membentuk karakter anak bangsa.

Menurut Stephanus Yanggi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), saat menjadi narasumber dalam Program Kita Indonesia Pro1 RRI Yogyakarta, mengatakan BTU menjadi sumber belajar utama, yang memastikan bahwa di daerah perbatasan akan mendapat kualitas pemahaman Pancasila, yang setara dengan anak-anak dikota besar, Ini yang pertama.

“Yang kedua sebagai standardisasi kualitas dan untuk menghindari distorsi pemahaman. BTU disusun oleh ahli-ahli di bidangnya jadi melalui proses kurasi, uji publik dan penyelarasan dengan kurikulum nasional,” kata Yanggi.

Didalam BTU yang dirancang tidak hanya sebagai kumpulan fakta sejarah, tetapi sebagai alat untuk memperkenalkan ideologi. BTU tidak berhenti pada sebuah peristiwa, tetapi menggali akar pemikiran di baliknya. Dengan komposisi BTU, 30% teori dan 70% implementasi praktis.

Lebih lanjut, Yanggi menjelaskan alasan yang ketiga, pembelajaran dalam BTU sebetulnya berbasis aktivitas dan refleksi, jadi Buku Teks Utama modern tidak hanya berisikan teks untuk dihafal semata.

“Dan yang terakhir untuk mencegah radikalisnya dan intoleransi. Jadi dengan pemahaman yang disamakan dan diperkuat lewat BTU, sekolah bisa mengidentifikasi dan mengoreksi pemikiran eksklusif, yang bertentangan dengan semangat persatuan dan kemanusiaan,” ujarnya.

BTU sendiri memang ditujukan untuk masyarakat luas, bukan hanya untuk dipelajari oleh kawan pelajar disekolah. Jadi bukan hanya untuk pelajar, tetapi disebarkan untuk seluruh masyarakat umum yang ada di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....