Pensiun ASN, Wali Kota Yogyakarta Ingatkan Jangan Bebani Generasi Sandwich
- 30 Jun 2026 13:32 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo memberikan pesan mendalam sekaligus pengingat penting bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan memasuki purna tugas. Ia menekankan dua poin krusial bagi para pensiunan, yakni menjaga kebebasan diri agar tidak terjerumus dan tetap produktif agar tidak menjadi beban bagi "generasi sandwich".
Hal ini disampaikan Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo kepada media seusai melepas tiga Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta yang resmi memasuki masa purna tugas (pensiun). Ketiga pejabat tersebut adalah Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Yunianto Dwi Sutono, Kepala Dinas Kesehatan Emma Rahmi Aryani, serta Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Maryustion Tonang.
Hasto menyampaikan sebuah pesan spiritual, bahwa masa pensiun adalah fase di mana seseorang berpindah dari kehidupan yang diatur oleh sistem atau orang lain, menuju kehidupan yang sepenuhnya didominasi oleh diri sendiri. Namun, kebebasan baru ini justru membawa risiko tersendiri jika tidak dikelola dengan bijak.
"Orang pensiun itu orang yang hidup di atas dominasi diri sendiri. Jangan sampai terjerumus jatuh, karena biasanya didominasi oleh orang lain," katanya, Senin, 29 Juni 2026.
Hasto menekankan, masa purna tugas tidak justru melepas seseorang untuk hidup bebas. Kebebasan di masa purna tidak membuat seseorang menjadi "liar" dan lepas kendali.
"Sekarang hidup bebas didominasi diri sendiri, orang bebas kan punya resiko. Resikonya ngikuti karepe dewe, itu pesan yang saya sampaikan," ucapnya.
Selain aspek spiritual dan psikologis, Wali Kota Yogyakarta juga menyoroti fenomena sosial ekonomi yang kerap dihadapi oleh keluarga Indonesia saat ini, yaitu beban generasi sandwich—generasi muda yang harus membiayai hidup anak-anak mereka sekaligus orang tua yang sudah lansia. Ia berpesan agar para mantan pejabat tersebut bisa terus menjaga kemandirian mereka dan tidak menambah beban finansial maupun psikologis bagi anak-cucu.
"Hari ini kan kita kasihan pada generasi sandwich yang bebannya cukup berat karena banyak lansia yang harus ditanggungnya," ucapnya.
Hasto mendorong para pensiunan untuk tidak berhenti berkarya. "Maka janganlah membebani generasi sandwich. Tetap produktif," tegasnya.
Sementara itu, Maryustion Tonang menyambut positif pesan yang disampaikan orang nomor satu di Kota Yogyakarta. Menurutnya, amanah yang sebelumnya diemban sebagai Kepala Dinas Sosial tentunya akan diterapkan saat kembali ke masyarakat.
Tion menyebutkan, menjadi seorang pensiunan dan kembali ke masyarakat tentu dipersiapkan pula pada masa lanjut usia (lansia). Sehingga menjadi lansia yang mandiri tidak bergantung dengan orang lain menjadi harapan di usia saat ini.
"Sebagai pensiunan, kami kan juga masuk kelompok lansia sudah 60 tahun ya. Tentunya bagaimana tadi pesan Pak Wali senantiasa sehat, ya artinya kita tetap walaupun sudah lansia tetap melakukan aktivitas-aktivitas kegiatan-kegiatan ya sebagai bagian dari kita sebagai makhluk hidup," ucapnya, mengungkapkan.
Sebagai pensiunan lanjut Tion, tidak hanya terus bermalas-malasan. Tetapi banyak aktivitas sebagai manusia untuk bersosial, serta berkeagamaan.
"Tidak mungkin kita gelundang-gelundung kayak semongko, turu-turu wae. Harus ada aktivitas-aktivitas, baik itu aktivitas sosial, aktivitas keagamaan dan juga aktivitas-aktivitas lain yang itu tentunya sebagai bagian dari ya kita lansia tidak boleh diam begitu saja," ucapnya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....