Warga Prawirodirjan Keluhkan Bau Menyengat Pabrik Kulit di Yogyakarta
- 06 Agt 2026 11:22 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Udara bersih dan sehat kian sulit dirasakan warga Kampung Prawirodirjan, Yogyakarta. Kompleks perkampungan padat dekat Sungai Code ini setiap hari harus menghirup bau menyengat dari pabrik pengolahan kulit yang berdiri sejak 1955.
Warga RW 18 Wikan Eko mengungkapkan warga yang tinggal di belakang pabrik harus berdampingan dengan bau tidak sedap sepanjang hari.
"Yang dirasakan warga itu adalah bau, kalau bisingnya, enggak sampai ke sini. Tapi, karena baunya yang menyengat itulah kemudian banyak keluhan dari warga semuanya, baik itu siang maupun malam. Apalagi kalau anginnya itu ke timur, wah, semakin," katanya, Kamis, 6 Agustus 2026.
Wikan mengaku sudah kerap mendatangi Pabrik Kulit S untuk menyampaikan keluhannya. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut maupun konfirmasi dari pihak pabrik terkait persoalan tersebut.
"Sudah beberapa kali yang datang. Nah kita lapor kepada DLH terutama, sekalian aja ke Pak Wali Kota biar ada tindakan yang lebih tegas semacam itu. Jadi kita berharap paling tidak ya warga itu aman dari apa bentuk-bentuk bau dan sebagainya," ucapnya.
Wikan mengatakan dampak limbah pengolahan kulit sejauh ini masih sebatas bau. Meski demikian, potensi gangguan kesehatan tetap ada dan memerlukan pengujian laboratorium lebih mendalam.
"Kalau itu kita enggak sampai di situ ya, mungkin kalau dicek secara medis mungkin bisa jadi ada. Tapi memang ada keluhan semacam gangguan ISPA dari anak-anak dan sebagainya, cuma itu kan perlu dicek dulu di lab semacam itu. Apakah memang ada pengaruhnya langsung apa tidak," ujarnya.
Wikan menambahkan, pabrik yang sudah lama beroperasi ini dinilai kurang cermat dalam mengelola limbah. Warga bahkan menemukan rembesan aliran limbah yang masuk ke Sungai Code.
"Air itu ada yang keluar lewat kali Code. Jadi pengelolanya kurang," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....