Pemkot Yogyakarta Dorong Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi Umat
- 28 Jun 2026 13:20 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Upaya penanganan dan pengentasan yang terus dilakukan di Kota Yogyakarta memerlukan kolaborasi dan terobosan dari berbagai lini. Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong agar fungsi tempat ibadah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat bisa dimaksimalkan.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan mendorong, agar peran masjid di Kota Yogyakarta ini tidak hanya sekadar menjadi tempat ibadah ritual semata. Tetapi lebih dari itu, masjid diharapkan bertransformasi menjadi pusat dakwah sosial, ruang silaturahmi, serta wadah pemberdayaan ekonomi umat secara berkelanjutan.
“Masjid bukan hanya untuk tempat beribadah. Masjid kita pakai untuk tempat bersilaturahmi, bersosialisasi, dan bagaimana kita saling membantu,” katanya, saat Pengajian dan Buka Bersama Puasa Tasu’a 9 Muharram dan Asyura 10 Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Masjid Al Ikhsan Sayidan, Gondomanan, Yogyakarta, Kamis, 25 Juni 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Wawan mengungkapkan, momentum 10 Muharram tidak hanya dimaknai sebagai ibadah dan tradisi keagamaan. Tetapi juga menjadi saat yang tepat untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim dan warga kurang mampu secara berkelanjutan.
Pemerintah Kota Yogyakarta terus hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang berlangsung di masjid, Wawan juga menilai, upaya pengentasan kemiskinan selama ini masih perlu ditingkatkan. Karena itu, ia mendorong keterlibatan masjid dalam mendata warga yang membutuhkan, khususnya anak yatim dan keluarga kurang mampu.
"Kalau kita mulai dari sini, kita lakukan pencatatan siapa warga yang tidak mampu, siapa anak yatim yang membutuhkan pendampingan. Bukan hanya diberi bantuan sembako atau uang, tetapi bagaimana anak-anak mendapatkan pendidikan dan ibunya memperoleh keterampilan usaha,” ucapnya.
Wawan juga mengharapkan, peran pengurus RT, RW, serta aparatur wilayah untuk memastikan warganya yang membutuhkan uluran tangan sesama, termasuk dari pemerintah agar program pemberdayaan dapat dijalankan. Menurutnya, skema pengentasan kemiskinan yang berbasis wilayah termasuk masjid melalui pencatatan dan pendataan riil di lingkungan masing-masing menjadi langkah awal ini penting agar intervensi program yang diturunkan pemerintah dapat tepat sasaran.
"Pemberdayaan ekonomi masyarakat harus menjadi bagian dari dakwah dan aktivitas kemasyarakatan di masjid, bagaimana kita menghidupkan ekonomi masyarakat. Kalau ekonomi berjalan, masyarakat bahagia dan ibadah juga akan lebih khusyuk,” ujarnya.
Sementara itu, Takmir Masjid Al Ikhsan Sayidan, Imawan Wibisono mengapresiasi komitmen yang disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta terkait pendataan warga kurang mampu dan pengembangan ekonomi masyarakat. Menurutnya, masyarakat juga harus aktif menyambut berbagai program yang ditawarkan pemerintah.
"Kalau ada program, mari kita sambut dan kita gerakkan bersama. Bentuk kelompok-kelompok usaha dan kegiatan yang bisa dikembangkan di Sayidan, dengan kebersamaan, insyaallah Sayidan akan menjadi wilayah yang sejahtera dan mampu mensejahterakan masyarakatnya,” ujarnya, mengungkapkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....