Hasto Wardoyo Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Ekonomi, Terima dan Jawab Jujur

  • 24 Jun 2026 17:18 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Yogyakarta secara resmi menerjunkan petugas untuk melakukan pendataan secara door to door pada Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Wali Kota Yogyakarta mengajak masyarakat untuk menyukseskan sensus yang digelar setiap sepuluh tahun sekali ini.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kesuksesan pendataan nasional ini, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menjadi responden dalam proses wawancara yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota, Jl. Ipda Toet Harsono, Umbulharjo, Selasa, 23 Juni 2026.

Proses Pendataan dilakukan secara langsung oleh petugas lapangan SE2026, Hasto seusai pendataan mengatakan, data-data yang ditanyakan petugas dijawab secara jujur. Menurutnya, data yang ditanyakan diantaranya penghasilan, kepemilikan aset, hingga usaha.

Hasto mengakui, jawaban jujur sangat diperlukan untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Karena diakui data yang dihasilkan sangat bermanfaat bagi Pemerintah Kota Yogyakarta, terutama sebagai profil masyarakat yang bisa disinkronkan, terutama untuk memetakan pemeringkatan kesejahteraan atau desil.

"Jadi, itu kalau data itu banyak yang bisa dikelompokkan dalam bentuk desil mencerminkan keadaan kemampuan masyarakat, kemampuan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat, tentu kami lebih presisi di dalam memberikan suatu bantuan. Sekarang ini masih banyak yang merasa tidak mampu tapi tidak dibantu, kemudian di sisi lain juga sering ada laporan yang sudah mampu, kok dibantu," katanya.

Hasto mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Yogyakarta, untuk turut serta menyukseskan Sensus Ekonomi yang digelar setiap 10 tahun sekali. Ia menyebut, sensus ini datanya sangat dirahasiakan, sehingga jangan ragu-ragu untuk menerima petugas dengan senang hati, kemudian menjawab pertanyaan dengan baik dan dengan jujur.

"Karena kerahasiaan data dijamin dan gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya karena ini hanya sepuluh tahun sekali. Sayang kalau seandainya ada warga masyarakat yang kemudian tidak bersedia didata, akan hilang informasi dalam sepuluh tahun ini kan sangat kita sayangkan," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....