Hari Sungai Nasional, Sampah Masih Jadi Tantangan

  • 31 Jul 2026 06:50 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Peringatan Hari Sungai Nasional setiap tanggal 27 Juli, menjadi upaya bersama dalam mengatasi kerusakan, pencemaran, dan alih fungsi lahan di sekitar daerah aliran sungai (DAS). Upaya menjaga kualitas air dan ekosistem sungai dinilai penting mengingat perannya yang sangat besar bagi kehidupan termasuk habitat berbagai flora dan fauna di dalamnya.

Sejumlah upaya terus dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta, agar sungai kembali lestari, bersih, mulai dari melakukan normalisasi di tiga sungai utama yang membentang. Hingga terus mengkampanyekan bahwa sungai bukan tempat sampah panjang.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo menegaskan, peringatan Hari Sungai Nasional bukan sekadar agenda tahunan. Namun menjadi momen ini menjadi pengingat bahwa sungai memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, mulai dari menjaga keseimbangan lingkungan hingga menjadi sumber penghidupan.

"Hari Sungai Nasional harus kita manfaatkan untuk mengingatkan seluruh masyarakat bahwa sungai adalah sumber kehidupan," katanya, saat peringatan Hari Sungai Nasional, di Taman Perwira Bendung Surokarsan, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta, Senin, 27 Juli 2026.

Hasto menekankan, sungai memiliki banyak manfaat, diantaranya menahan air hujan agar tidak langsung mengalir ke laut, menjadi habitat berbagai makhluk hidup, menyediakan ikan sebagai sumber pangan, sekaligus membantu mencegah banjir. Karena itu, menjaga sungai adalah tanggung jawab kita bersama.

Hasto mengakui, bahwa kondisi sungai di perkotaan masih menghadapi persoalan sampah. Kebersihan sungai bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga mencerminkan budaya masyarakat dalam memperlakukan lingkungan.

"Kita tidak perlu malu mengakui bahwa sungai kita masih ada yang dipenuhi sampah. Pendidikan setinggi apa pun tidak akan berarti jika kita masih membuang sampah ke sungai. Sungai yang bersih lahir dari kesadaran bersama," ucapnya.

Hasto menambahkan, sungai yang bersih juga berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat. Pencemaran sungai, terutama dari limbah rumah tangga, dapat menurunkan kualitas air tanah yang masih banyak dimanfaatkan warga.

"Menjaga sungai berarti menjaga kesehatan masyarakat. Lingkungan yang sehat menjadi bagian penting dalam mencegah berbagai penyakit, termasuk stunting pada anak," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....