Peringati Hari Sungai Nasional 2026, Hasto Wardoyo Tanam Bibit Air Mata Pengantin
- 31 Jul 2026 06:38 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Langkah nyata dalam memperingati Hari Sungai Nasional 2026 dilakukan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo. Bersama berbagai komunitas, TNI AU, mahasiswa, dan pegiat lingkungan, di Taman Perwira Bendung Surokarsan, Senin, 27 Juli 2026. Semangat gotong royong yang mewarnai sekaligus menjadi ajakan kepada masyarakat untuk kembali melihat sungai sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga bersama.
Berbagai kegiatan dilakukan mulai dari penyerahan bibit tanaman Air Mata Pengantin untuk lima kelurahan, yakni Prawirodirjan, Ngupasan, Wirogunan, Keparakan, dan Brontokusuman. Termasuk pelepasan benih ikan endemik seperti wader dan tawes ke Sungai Code, serta penuangan ekoenzim sebagai simbol upaya menjaga kualitas air sungai.
Dalam momen tersebut, Hasto Wardoyo juga menanam tanaman Air Mata Pengantin di sepanjang bantaran sungai. Bukan tanpa alasan, tanaman berbunga kecil itu dipilih karena memiliki manfaat ekologis sekaligus ekonomi.
Hasto menjelaskan, bunga Air Mata Pengantin menghasilkan nektar yang sangat disukai lebah lanceng. Kehadiran tanaman tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem baru di kawasan Sungai Code.
"Ketika air mata pengantin ditanam di pinggir sungai, lebah lanceng akan datang mengisap nektarnya dan menghasilkan madu," katanya.
Disamping menanam dan menebar benih ikan, Hasto juga menyerahkan koloni lebah Lanceng. Sehingga diharapkan sungai tetap dijaga dan dirawat agar memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Jadi tanaman ini bukan hanya mempercantik sungai, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Di kawasan Sungai Code bahkan madu lebah lanceng sudah berhasil dipanen," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi Daerah DIY Lembaga Pengawas Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LPKPK), Sarmidi menyatakan, siap mendukung Program Kali Bersih melalui edukasi dan pengawasan di kawasan bantaran sungai. Kampanye gerakan cinta sungai akan terus dilakukan di sejumlah kelurahan di Kota Yogyakarta agar kesadaran menjaga sungai semakin tumbuh.
"Kami ingin membangun budaya masyarakat yang mencintai sungai, menjaga sungai, merawat sungai, dan berkarya di sungai. Harapannya volume sampah di sungai terus berkurang sehingga sungai benar-benar menjadi ruang hidup yang bersih dan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Sarmidi juga melihat potensi Sungai Code untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis lingkungan. Selain menikmati suasana sungai dengan perahu, masyarakat nantinya dapat melihat budidaya lebah lanceng yang memanfaatkan tanaman Air Mata Pengantin sebagai sumber nektar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....