"Sedekah Tak Harus Uang", Filosofi Tri Hartanto di Balik 82 Kali Donor Darah
- 20 Jun 2026 12:15 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Semangat berbagi kepada sesama menjadi alasan utama Tri Hartanto untuk rutin mendonorkan darahnya selama lebih dari dua dekade terakhir. Warga Bantul yang berprofesi sebagai petugas keamanan itu kini telah mencatatkan 82 kali donor darah sejak pertama kali melakukannya pada tahun 2001. Atas dedikasinya ini, Tri turut menerima penghargaan dari PMI DIY. Menurut Tri, donor darah secara rutin justru memberikan dampak positif bagi kondisi tubuhnya. Dia mengaku tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal tanpa mengalami gangguan kesehatan yang berarti.
"Saya merasakan badan lebih fresh. Untuk makan tetap biasa, berat badan juga normal, dan Alhamdulillah jarang sakit. Kalau capek paling cukup istirahat, besok sudah segar lagi," ujar Tri saat ditemui usai menerima penghargaan sebagai pendonor darah sukarela di Sleman City Hall beberapa waktu lalu.
Bapak tiga anak ini menyebut selain alasan kesehatan, motivasi terbesar Tri untuk terus mendonorkan darah adalah nilai kemanusiaan. Dia melihat masih banyak pasien di rumah sakit yang membutuhkan transfusi darah untuk menunjang proses pengobatan.
"Banyak orang yang membutuhkan darah. Sedekah itu tidak harus dengan uang. Darah yang kita miliki diberikan secara gratis oleh Tuhan, maka kalau bisa kita berikan juga secara gratis kepada yang membutuhkan," katanya.
Selama menjadi pendonor aktif, Tri tidak hanya fokus mendonorkan darahnya sendiri. Dia juga berupaya mengajak keluarga, rekan kerja, dan masyarakat di sekitarnya untuk ikut menjadi pendonor darah sukarela. Baginya, kebahagiaan terbesar bukan hanya ketika berhasil mendonorkan darah, tetapi juga saat melihat orang lain tergerak untuk mengikuti langkah yang sama.
"Saya ingin mengajak orang lain supaya mereka juga merasakan manfaatnya dan bisa membantu sesama," ucapnya.
Meski demikian, Tri mengakui pernah beberapa kali gagal mendonorkan darah karena kondisi tubuh yang tidak memenuhi syarat. Hal tersebut terjadi saat dirinya kurang beristirahat akibat aktivitas kerja yang padat. Pengalaman itu menjadi pelajaran penting bahwa pendonor harus tetap menjaga kondisi tubuh sebelum mengikuti donor darah.
Di usianya yang kini tidak lagi muda, Tri berharap semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam kegiatan donor darah. Menurutnya, kelompok usia 18 tahun ke atas memiliki potensi besar untuk menjadi pendonor aktif dan membantu menjaga ketersediaan stok darah. Dia mengatakan saat ini semakin banyak kegiatan donor darah yang mudah diakses masyarakat.
"Anak-anak muda yang sudah cukup umur saya harap mau ikut donor darah. Selain menyehatkan, donor darah juga bisa menjadi cara sederhana untuk membantu orang lain," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....