Pemkot Yogyakarta Hancurkan Puluhan Becak Motor, Diganti Becak Listrik
- 04 Jun 2026 16:23 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menghancurkan becak motor (bentor) secara bertahap. Kali ini, sebanyak 50 unit bentor dihancurkan di Halaman UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Kota Yogyakarta, Rabu, 3 Juni 2026.
Penghancuran bentor tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Pemerintah Kota Yogyakarta sekaligus upaya mengurangi polusi udara di kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta. Para pengemudi yang sebelumnya menggunakan bentor akan beralih ke becak listrik bantuan program CSR PT KAI.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan transformasi menuju becak listrik ini akan terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh armada becak motor tergantikan. Ia menilai penggunaan becak listrik sejalan dengan komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan kawasan Sumbu Filosofi yang minim polusi.
"Lambat tapi pasti, becak konvensional harus habis. Kemudian secara bertahap becak listrik hadir. Hari ini 50 unit bentor kita hancurkan," ujar Hasto.
Hasto menyebut, saat ini sekitar 260 unit becak listrik telah beroperasi di Kota Yogyakarta, terutama di kawasan Sumbu Filosofi dan Malioboro. Jumlah tersebut berasal dari pengadaan bertahap pemerintah maupun bantuan dari berbagai pihak.
"Kemarin ada 90 unit, sekarang 50 unit, sebelumnya 40 unit, ditambah bantuan dari Presiden Prabowo. Totalnya sekitar 260 becak listrik yang sudah ada," katanya.
Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan seluruh becak konvensional yang masih beroperasi, baik di kawasan Malioboro maupun daerah lainnya dapat beralih menjadi becak listrik dalam kurun waktu dua tahun ke depan. Targetnya, kata Hasto, sekitar 900 unit becak listrik dapat menggantikan seluruh bentor yang masih beroperasi paling lambat 2028 mendatang.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Setyowati, menargetkan bentor tidak lagi beroperasi di kawasan Malioboro pada akhir November 2026. "Target terdekat kami adalah akhir November nanti sudah tidak ada bentor di Malioboro. Yang diperbolehkan melintas hanya becak kayuh dan becak listrik," kata Erni.
Ia menegaskan tidak ada kompensasi uang bagi pengemudi yang mengikuti program konversi tersebut. Namun, sisa rangka bentor yang dimusnahkan masih dapat dimanfaatkan oleh koperasi.
"Tidak ada ganti rugi uang. Nanti rangka bentor yang dihancurkan masih bisa dijual, dan hasilnya akan dikelola oleh koperasi becak," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....