Banser Bantul Diminta Tidak Terprovokasi Adanya Isu SARA yang Sempat Berkembang
- 16 Jun 2026 14:00 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul - Di tengah ancaman isu SARA yang terjadi di wilayah Kabupaten Bantul beberapa waktu terakhir, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) diminta untuk tetap teguh dalam menjaga keharmonisan NKRI. Seluruh anggota Banser wajib selalu taat kepada pimpinan dan ulama serta tidak mudah terprovokasi dengan isu yang beredar.
Hal itu disampaikan oleh Bupati Bantul sekaligus pembina Satkorcab Ansor Banser, Abdul Halim Muslih saat memimpin apel bersama Banser di Lapangan Paseban, Minggu, 14 Juni 2026 siang. Dalam amanatnya, Halim juga mengatakan bahwa informasi yang beredar di tengah masyarakat haruslah diverifikasi kebenarannya.
“Kebenaran yang tidak teratur akan mudah dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir. Karena itu, seluruh kader harus tetap tegak lurus kepada pimpinan dan ulama serta tidak mengambil keputusan sendiri,” ucapnya.
Sebagai organisasi sayap Nahdlatul Ulama, anggota Banser sudah sepatutnya mengedepankan hati yang dingin saat berhadapan dengan isu SARA yang berkembang lewat media sosial. Hal itu semata-mata untuk menjaga keutuhan dan kerukunan antarmasyarakat.
“Semoga Ansor Banser terus berkomitmen, konsisten, istikamah di dalam mengawal NKRI, agama, dan pembangunan bangsa. Khususnya bagi rakyat Bantul agar semakin sejahtera, guyub, rukun, dan toleran. Mari kita sama-sama membangun ini dengan bersinergi satu sama lain,” ujarnya.
Ketua Gerakan Pemuda Ansor Bantul, Ahmad Sidik menegaskan bahwa seluruh kader Ansor dan Banser siap menjalankan perintah dari pimpinan dan ulama. Menurutnya, komunikasi dan kedisiplinan merupakan kunci agar para anggota tetap berada pada satu barisan.
“Kami seluruh anggota Banser itu harus satu barisan, satu perintah melalui pimpinan dan ulama. Sehingga apa pun yang nanti menjadi keputusan dari ulama atau kiai di Kabupaten Bantul itu menjadi dawuh yang harus kami laksanakan,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....