Sejumlah Wilayah di Sleman Rawan Kekurangan Air
- 11 Jun 2026 09:45 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Direktur Utama PDAM Sleman Bernadus Edy Nugroho telah memetakan wilayah rawan kekurangan air, selama musim kemarau panjang ini. Terutama sejumlah kapanewon di wilayah Sleman Barat.
”Yaitu di Kapanewon Moyudan dan Kapanewon Minggir,” katanya melalui pernyataan tertulis, Kamis, 11 Juni 2026. ”Dua wilayah ini rentan mengalami penurunan tekanan air, karena letaknya cukup jauh dari sebagian sumber air utama.”
Secara umum, kondisi sumur dalam PDAM Tirta Sembada Sleman cadangan air tanah relatif baik. Karena letaknya di kawasan lereng Gunung Merapi dengan kandungan air vulkanik, yang kondisinya sangat produktif untuk pasokan ke pelanggan.
Dari hasil pemetaan, Edi melihat sejumlah persoalan yang perlu disikapi serius. Yaitu penurunan muka air tanah di kawasan urban, kemudian peningkatan kompetisi dengan sumur bor swasta, termasuk penurunan debit air saat puncak musim kemarau.
Meski melakukan pemetaan sejak dini dan berupaya agar tidak ada kendala, PDAM Sleman tetap menyiagakan armada distribusi air selama musim kemarau panjang. Termasuk rutin melakukan inspeksi jaringan untuk antisipasi air bersih terbuang.
Ia juga berharap, masyarakat ikut mendukung dengan menggunakan air seperlunya. Dalam kondisi ekstrem, PDAM Sleman melibatkan instansi lain untuk melakukan distribusi air bersih, sebagai bentuk pelayanan terbaik kepada para pelanggan.
”Kami selalu berupaya maksimal, untuk memastikan kecukupan air bersih bagi pelanggan,” ucapnya. ”Agar akses air bersih tetap terjaga, selama berlangsung kemarau panjang.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....