Targetkan 8,5 Juta Turis, Dispar Sleman Pacu 'Sport Tourism'
- 28 Jul 2026 10:21 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, SLEMAN – Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman terus berupaya mendongkrak angka kunjungan wisatawan ke wilayahnya. Target kunjungan wisata di Kabupaten Sleman tahun ini ditetapkan mencapai 8,5 juta orang. Hingga 25 Juli 2026, realisasi kunjungan tercatat sudah mencapai 53 persen atau sekitar 4,56 juta wisatawan.
"Masa peak season dominan terjadi pada semester pertama melalui momen libur panjang. Memasuki semester kedua, pilihan ajang dan momentum liburan cenderung lebih terbatas," ujar Kepala Dispar Sleman Edy Winarya saat ditemui, Senin, 27 Juli 2026.
Ia menjelaskan bahwa berbagai strategi terus disiapkan untuk menjaga ritme kedatangan wisatawan, salah satunya dengan mengandalkan gelaran sport tourism. Langkah ini dinilai efektif mendongkrak angka kunjungan di tengah periode low season sekaligus mendorong pemerataan destinasi.
Selama ini, tingkat kunjungan di Sleman sisi timur terbilang sangat tinggi. Oleh karena itu, Dispar Sleman berupaya meratakan kedatangan wisatawan hingga ke kawasan Sleman sisi barat dan utara. Menurutnya, ajang sport tourism seperti kompetisi lari terbukti ampuh mendatangkan banyak peserta yang berdampak langsung pada okupansi hotel dan restoran.
"Jika peserta ajang lari ini didominasi oleh warga lokal, dampaknya terhadap pajak hotel dan restoran tentu terbatas. Namun, apabila pesertanya berasal dari luar daerah atau bahkan mancanegara, dampaknya akan sangat signifikan dalam menggerakkan perekonomian, memperpanjang length of stay, serta meningkatkan spending money wisatawan di Sleman," katanya.
Dalam waktu dekat, agenda lari bertajuk Transmigrasi Festival Fun Run 6K akan digelar di kawasan wisata Kaliurang. Kegiatan ini diperkirakan bakal diikuti oleh 3.000 peserta dari berbagai wilayah. Para peserta akan diajak menyusuri sejumlah titik wisata, mulai dari D’Kaliurang Camping Ground, melintasi Jalan Boyong, Tugu Boyong, Kemiri, Tonen, hingga kembali ke titik awal.
Agenda tersebut diinisiasi oleh Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta bersama Kadin Sleman dan Dispar Sleman.
Ketua Kadin Sleman Yudi Prihantana menilai ajang olahraga ini memiliki efek berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi perekonomian lokal. Kehadiran ribuan peserta diyakini mampu menggairahkan transaksi UMKM hingga jasa transportasi lokal.
"Ketika ribuan orang datang ke suatu daerah, yang bergerak bukan hanya sektor wisata. Hotel, restoran, pedagang kecil, UMKM, hingga transportasi lokal ikut merasakan manfaatnya. Itulah yang ingin terus kami dorong," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....