Khusyuk dalam Salat dan Jauhi Larangan-Nya agar Doa Terkabul
- 10 Jun 2026 12:54 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dalam hidup setiap muslim, Allah SWT telah memerintahkan untuk melaksanakan perintah sholat lima waktu dengan khusyuk dan menjauhi larangan-Nya agar doa yang dipanjatkan hambanya terkabul.
Menurut H. Imam Triyono dari Kemenag DIY, ketika menjadi narasumber program Mutiara Pagi di Programa 1 RRI Yogyakarta beberapa waktu lalu, mengatakan salat adalah rangkaian doa dari penghambaan diri seorang hamba kepada Allah SWT.
“Manusia harus menyadari bahwa Allah Maha Kuasa atas segala doa dan pengharapan, serta yakinlah bahwa Allah akan mengabulkan doa-doanya. Penghalang tembusnya doa ke langit, ketika seorang hamba berdoa tapi tidak menunaikan salat dan melakukan larangan-Nya," kata Imam.
Lebih lanjut Imam menjelaskan bisa juga dalam salat hamba itu sudah melaksanakan tapi belum khusyuk. Ibaratnya belum bisa memaknai apa yang di lafazkan dan di lantunkan saat rukuk dan sujudnya. Selain itu ada lagi penghalang doa yang belum terkabul, sebab manusia melakukan perkara yang dilarang dan bisa menjauhkannya ke surga.
Namun manakala seorang hamba tidak melakukan salat, maka hamba itu bisa dikatakan sombong, karena enggan menghambakan diri kepada Allah. Sebagai manusia harus yakin, bahwa Allah akan mengabulkan permintaannya, harus ada kesabaran dalam menanti terkabulnya atas doa-doa yang dipanjatkan itu.
Satu hal yang harus ada didalam diri setiap hamba, ketika doa-doa yang sudah dipanjatkan itu satu-satu mulai dikabulkan oleh Allah SWT, maka jauhilah sifat sombong dan riya didalam menjalani kehidupannya.
Sudah sepantasnya seorang muslim untuk memanjatkan segala doa dan hajatnya hanya kepada Allah SWT dan meyakini bahwa semua hajatnya akan dikabulkan oleh Allah. Sesuai dalam Alquran surat Ghafir ayat 60 yang artinya "berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan)."
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....