Gerakan Tanam Cabai Diyakini Jadi Tameng Inflasi DIY
- 10 Jun 2026 11:34 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kini semakin diperkuat melalui pendekatan berbasis masyarakat. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY dan berbagai pemangku kepentingan meluncurkan penguatan program Masyarakat lan Pedagang Tanggap Inflasi (MRANTASI) PKK Tahun 2026.
Program tersebut dikemas melalui kegiatan Capacity Building bertema “Penguatan Ketahanan Pangan Rumah Tangga melalui Gerakan Budidaya Cabai untuk Mendukung Stabilitas Harga dan Pengendalian Inflasi Daerah” yang digelar di Bangsal Mataram Kantor Perwakilan BI DIY, Senin, 9 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah konkret menghadapi tantangan inflasi pangan, terutama komoditas cabai yang selama ini kerap memicu gejolak harga di DIY. Sebanyak sekitar 200 peserta dari pengurus Tim Penggerak (TP) PKK kabupaten/kota, organisasi perempuan, anggota TPID, hingga berbagai pemangku kepentingan hadir dalam penguatan kapasitas tersebut.
Kepala Perwakilan BI DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menegaskan bahwa pengendalian inflasi, khususnya sektor pangan, tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Menurutnya, langkah ini sejalan dengan Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Tahun 2026 yang menitikberatkan penguatan ketahanan pangan melalui pendekatan 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Menindaklanjuti arahan Gubernur DIY pada High Level Meeting TPID DIY tahun lalu, BI DIY bersama TPID dan TP PKK DIY menginisiasi program MRANTASI PKK sebagai strategi pengendalian inflasi berbasis pemberdayaan masyarakat. Fokus utamanya adalah pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya cabai sebagai salah satu komoditas penyumbang inflasi di DIY.
“Berdasarkan data historis, inflasi DIY hingga Mei 2026 masih banyak dipengaruhi kelompok volatile food atau pangan bergejolak, termasuk cabai. Karena itu, penguatan ketahanan pangan keluarga dipandang menjadi salah satu solusi penting untuk menjaga pasokan sekaligus menekan potensi lonjakan harga,” kata Sri Darmadi Sudibyo.

Sebagai bentuk dukungan nyata, BI DIY menggandeng Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta-Magelang dan mitra terkait untuk mendistribusikan 10 ribu bibit cabai rawit varietas Brengos kepada 66 kalurahan dan kelurahan terpilih di seluruh DIY yang menjadi proyek percontohan MRANTASI PKK. Bantuan tersebut juga dilengkapi pupuk dan obat tanaman guna meningkatkan keberhasilan budidaya.
Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noviar Rahmad, menegaskan bahwa stabilitas harga pangan merupakan tanggung jawab bersama.
“Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga terkait, serta organisasi kemasyarakatan menjadi fondasi penting dalam menjaga pengendalian inflasi daerah secara berkelanjutan. Program MRANTASI yang telah berjalan sejak 2024 pun terus diperluas melalui kolaborasi lintas organisasi masyarakat,” ujar Noviar Rahmad.
Sementara itu, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK DIY, GKBRAA Paku Alam, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara BI DIY, TPID, dan TP PKK DIY dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Menurutnya, PKK memiliki posisi strategis hingga tingkat rumah tangga sehingga dapat menjadi motor penggerak pengendalian inflasi berbasis keluarga, termasuk melalui gerakan budidaya pangan mandiri.
“Saya mengajak seluruh kader PKK di DIY untuk aktif mengambil peran menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan keluarga melalui langkah sederhana, seperti memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan pangan,” ucap GKBRAA Paku Alam.
Peluncuran MRANTASI PKK ditandai dengan penyerahan simbolis bibit cabai kepada perwakilan TP PKK kabupaten/kota se-DIY. Program ini akan berlangsung hingga November 2026 dengan pendampingan teknis, monitoring berkala, hingga kompetisi antar kelurahan dan kelurahan guna memastikan keberlanjutan program.
Selain pembekalan mengenai kebanksentralan dan peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi oleh Deputi Kepala Perwakilan BI DIY Hermanto, peserta juga memperoleh pelatihan teknis budidaya cabai rawit dan hortikultura adaptif cuaca dari praktisi hortikultura sekaligus pengurus TP PKK DIY, T.O. Suprapto.
Melalui MRANTASI PKK, pemerintah daerah dan BI DIY berharap gerakan budidaya cabai ini dapat berkembang menjadi budaya masyarakat untuk memperkuat kemandirian pangan keluarga, meningkatkan pemanfaatan lahan pekarangan, mempererat gotong royong, sekaligus memberi kontribusi nyata terhadap pengendalian inflasi di DIY.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....