Lahan Sempit Bukan Halangan bagi KT Mekar Jaya Hidupkan Ketahanan Pangan

  • 21 Jun 2026 08:39 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Semangat mewujudkan ketahanan pangan terus tumbuh di tengah kawasan perkotaan. Salah satunya ditunjukkan oleh Kelompok Tani Mekar Jaya yang berada di Kampung Keparakan Lor, Kelurahan Keparakan, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta.

Kelompok Tani Mekar Jaya terbentuk sejak tahun 2020. Meski berada di lingkungan padat penduduk dengan lahan terbatas, kelompok tani ini tetap aktif mengelola berbagai tanaman pangan. Mulai dari terong, cabai, tomat, kangkung, hingga sawi. Hasil panennya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan anggota kelompok dan warga sekitar.

Ketua Kelompok Tani Mekar Jaya Eko Supriyono, mengatakan tanaman seperti terong dan cabai dipilih karena relatif mudah dibudidayakan dan cukup tahan terhadap kondisi lingkungan.

"Panen memang tidak besar seperti petani di pedesaan, tetapi cukup untuk membantu kebutuhan warga dan anggota kelompok. Hasilnya juga digunakan untuk menghidupkan kas kelompok agar kegiatan pertanian bisa terus berjalan," ujar Eko.

Saat ini Kelompok Tani Mekar Jaya memiliki 19 anggota, dengan tujuh orang yang aktif mengelola lahan. Setiap Jumat pagi, anggota kelompok rutin mengadakan kegiatan perawatan tanaman, mulai dari penyiraman, pemupukan hingga pembersihan area tanam.

Dalam kondisi lahan yang optimal, tanaman terong mampu menghasilkan panen sekitar satu hingga dua kilogram setiap kali panen. Sementara tomat dapat dipanen secara bertahap setiap pekan. Selain sayuran, kelompok tani juga mulai mengembangkan tanaman baru seperti pare dan kelengkeng.

Eko mengakui tantangan terbesar pertanian perkotaan bukan hanya keterbatasan lahan, tetapi juga ketersediaan sumber daya manusia yang dapat merawat tanaman secara konsisten. Meski begitu, semangat anggota kelompok tetap terjaga berkat dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan perguruan tinggi. Menurutnya, bantuan bibit, pelatihan, hingga pendampingan dari mahasiswa yang melakukan kegiatan pengabdian masyarakat menjadi tambahan pengetahuan bagi para anggota dalam mengatasi berbagai persoalan budidaya tanaman.

"Harapannya kelompok tani ini tetap eksis dan berkembang. Paling tidak bisa mendukung ketahanan pangan di tingkat kampung," kata Eko.

Sementara, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Keparakan Kuslan Tri Harwanto menilai gerakan menanam yang dilakukan warga sejalan dengan upaya membangun kampung yang mandiri pangan sekaligus berdaya tarik wisata. Dia menjelaskan, saat ini warga tidak hanya mengembangkan tanaman sayuran, tetapi juga mulai diarahkan untuk menanam berbagai jenis tanaman empon-empon. Nantinya dapat diolah menjadi produk jamu bernilai ekonomi.

"Kami ingin mengembangkan lorong hijau dan ruang tanam di setiap RW. Jadi meskipun gang-gang di kampung sempit, warga tetap bisa memanfaatkan ruang yang ada untuk menanam," ucap Kuslan.

Menurut Kuslan, hasil panen selama ini lebih banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan warga sekitar. Konsep yang diterapkan adalah "dari warga untuk warga", sehingga keberadaan kelompok tani Mekar Jaya dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dia menambahkan, dukungan dari berbagai pihak termasuk program Kuliah Kerja Nyata (KKN) perguruan tinggi, semakin memperkuat upaya mewujudkan Kampung Ketahanan Pangan di Keparakan Lor.

“Kita alhamdulillah di Kampung Keparakan Lor juga sudah siap untuk menyambut Kampung Ketahanan Pangan,” ujar Kuslan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....