Kirab Budaya Tresno Pancasila di Malioboro Bakal Meriahkan Bulan Bung Karno
- 04 Jun 2026 17:49 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Memperingati Hari Lahir Pancasila sekaligus Bulan Bung Karno 2026, DPRD DIY menggelar kirab budaya bertajuk Festival Tresno Pancasila pada, Sabtu, 6 Juni 2026. Komisi A DPRD DIY kembali membuka ruang belajar untuk membangun spirit dan semangat mencintai Indonesia dari Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menegaskan bahwa momentum bulan Bung Karno di tahun 2026 ini harus menjadi ruang belajar dan pemantik semangat untuk semakin mencintai Indonesia dari Yogyakarta. Terlebih, Yogyakarta memiliki rekam jejak sejarah yang kuat sebagai ibu kota revolusi pada medio 1946–1949.
"Yogyakarta menjadi bagian penting bersama daerah lain dalam mempertahankan kemerdekaan. Banyak tokoh dari Yogyakarta, seperti Ki Bagus Hadikusumo, dr. Radjiman Wedyodiningrat, hingga Ki Hajar Dewantara, yang terlibat langsung merumuskan Pancasila," katanya, di DPRD DIY, Kamis, 4 Juni 2026.
Eko Suwanto menjelaskan, bulan Juni menjadi momentum sakral untuk memahami dan menghayati makna sejarah bangsa, yang diawali dengan peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945, disusul hari lahir Bung Karno pada 6 Juni 1901, serta khaul tepat pada hari wafatnya Sang Proklamator Bung Karno 21 Juni 1970. Yogyakarta memegang peran penting dalam sejarah revolusi kemerdekaan bersama daerah lain, bahkan menjadi ibu kota revolusi Indonesia pada 4 Januari 1946 hingga 27 Desember 1949.
"Bung Karno dan Bung Hatta bersama Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan KGPAA Pakualam VIII berperan penting dalam menjaga NKRI dengan Jogja sebagai Ibukota Revolusi pada masa itu," ucapnya.
Pentingnya DIY dalam sejarah revolusi ini, atas inisiatif PDI Perjuangan bersama DPRD dan Pemda DIY melahirkan Perda No. 1 Tahun 2022 tentang Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Perda ini yang mengamanatkan untuk terus menggelorakan Pancasila, mengokohkan NKRI, serta menghormati konstitusi dan keistimewaan DIY.
Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengungkapkan, ideologi dan ssosial saat ini menghadapi tantangan yang cukup serius, mulai dari tindakan intoleransi, ancaman radikalisme, kejahatan jalanan anak usia sekolah di Bantul dan Kota Yogyakarta, hingga keprihatinan atas kasus suap dan korupsi di lembaga negara baru-baru ini.
"Tantangan ini harus kita lawan secara serius. Selain pendekatan hukum, juga diperlukan pendekatan kebudayaan. Salah satunya lewat pembatinan Pancasila, agar kita konsisten dalam praktik hidup berketuhanan yang menolak keras intoleransi, terorisme, dan korupsi," ujarnya, menegaskan.
Politisi PDI Perjuangan ini menyebut, melalui kirab budaya, diharapkan menjadi cara dalam menghadapi tantangan zaman yang memerlukan perhatian serius melalui pendekatan kebudayaan. Karena, Pancasila merupakan spirit yang harus selalu tertanam ke dalam diri masing-masing masyarakat Indonesia untuk melawan segala bentuk kejahatan.
"Harapan kita ini kegiatan akan bisa rutin setiap tahun kita laksanakan di dalam bulan Bung Karno ini. Dan di sinilah kemudian menjadi ruang kebudayaan untuk kemudian melakukan pembatinan atas Pancasila tadi di dalam praktek kehidupan kita," ujarnya.
Eko Suwanto menjelaskan, dalam kirab budaya Tresno Pancasila, kata Tresno merepresentasikan batin yang sangat mendalam yang di dalamnya terkandung keikhlasan, kesukarelaan, dan rela berkorban, seperti yang dicontohkan para pendiri bangsa melahirkan Republik Indonesia. Melalui semangat ini, kira budaya didedikasikan untuk menumbuhkembangkan, untuk menggelorakan karakter-karakter kepahlawanan yang di dalamnya ada rela berkorban, ada cinta tanah air, ada patriotisme, ada nasionalisme.
"Yang utama adalah ada sikap mental mengedepankan kepentingan bangsa dan negara jauh di atas kepentingan pribadi, keluarga, dan juga golongan," katanya, menjelaskan.
Eko Suwanto menyebutkan, kirab budaya ini akan diikuti 15 kelompok kirab dari berbagai unsur diantaranya Paskibraka, Paguyuban Dimas Diajeng, Marching band, Pasukan Bregodo, hingga Sanggar seni. Menurutnya, keikutsertaan generasi muda dalam kirab ini juga menjadi semangat untuk menanamkan bahwa kemampuan, knowledge, dan keterampilan harus memiliki.dasar ideologi, dasar budi pekerti, dasar watak dan dasar karakter.
Ketua Pelaksana Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) DIY, Hanan Lukita Sakti (Paskibraka 2022) menyampaikan, generasi muda diharapkan mampu menjadi pioner dan salkng merangkul teman sejawat di sekolah, serta menjadi teladan dalam menjalankan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari. Melalui kirab ini diharapkan menjadi penggerak bagi semua masyarakat dan generasi muda untuk menanamkan nilai Pancasila.
"Pancasila harus menjadi tameng bagi anak muda dalam menyaring pengaruh negatif dari perkembangan peradaban dunia saat ini, " katanya, mengungkapkan.
Senada dengan hal tersebut, Rizky Nur Setyo Nugroho selaku Dimas DIY 2025 (Dimas Seno), mengajak anak muda untuk menjadikan kegiatan ini sebagai wadah menggaungkan semangat "Jasmerah", Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah, agar Pancasila dan kebhinekaan tetap selaras.
"Bangsa Indonesia lahir dan juga mempunyai ideologi Pancasila yang harus kita gaungkan ke mana pun kita berada, dan menjadi pedoman hidup yang bisa menjadi keselarasan. Bhinneka Tunggal Ika pun juga kita perlu gaungkan supaya perbedaan, gesekan-gesekan kecil antara agama, antar masyarakat, antar individu dan kelompok juga bisa terjalin dengan selaras jika kita memaknai Pancasila dengan semestinya," ujarnya, menyampaikan.
Kirab Budaya akan dimulai pada pukul 14.30 WIB, mengambil rute dari halaman Kantor DPRD DIY, melakukan perform di sepanjang Malioboro, dan berakhir di Taman Pintar agar seluruh masyarakat dapat merasakan kemeriahannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....