Warga Widodomartani Gelar Saparan Ki Ageng Wonolelo, Bagikan 1,5 Ton Apem
- 25 Jul 2026 10:35 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Warga Kalurahan Widodomartani menggelar upacara adat Saparan Ki Ageng Wonolelo ke-59, Jumat, 24 Juli 2026. Kegiatan ini digelar untuk mengenang dan mendoakan Ki Ageng Wonolelo.
Tokoh ini diyakini memiliki jasa yang besar bagi pembangunan spiritual maupun sosial masyarakat setempat. Tradisi tahunan ini juga merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelimpahan berkah, rezeki, dan keselamatan.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan Saparan Ki Ageng Wonolelo merupakan komitmen masyarakat dalam menjaga serta melestarikan warisan budaya adiluhung peninggalan para leluhur. Salah satu prosesi yang paling dinanti dalam rangkaian acara ini adalah tradisi rebutan apem. Adapun kue apem yang disebar dan diperebutkan oleh warga yang hadir kurang lebih seberat 1,5 ton.
"Tradisi Saparan Wonolelo ini menjadi sarana kita untuk selalu ingat akan asal-usul dan sejarah, sekaligus mempererat tali silaturahmi serta memperkokoh semangat gotong royong antarwarga," kata Harda, Jumat, 24 Juli 2026.
Ketua Trah Ki Ageng Wonolelo, Kawit Sudiyono menjelaskan apem memiliki makna filosofis yang dalam. Kata 'apem' diserap dari bahasa Arab 'afwun', yang berarti memohon ampunan kepada Allah SWT. Selain menyebar kue apem ada pula Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo dan pembacaan doa tahlil serta ziarah ke makam Ki Ageng Wonolelo.
"Tradisi sebar dan rebutan apem merupakan lambang agar kita senantiasa bersikap rendah hati (andhap asor). Menebar apem juga melambangkan penyebaran harapan, rasa kasih sayang, kerukunan, serta persaudaraan di tengah masyarakat," kata Kawit.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....