Wisata Herbal Semoyo Bersiap Tumbuh lewat Penguatan Kelembagaan

  • 30 Mei 2026 21:36 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul – Kalurahan Semoyo di Kabupaten Gunungkidul memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai desa wisata berbasis edukasi herbal. Namun, agar potensi tersebut dapat dikelola secara optimal dan berkelanjutan, diperlukan penguatan kelembagaan yang mampu menggerakkan masyarakat serta mengelola sektor wisata secara terarah.

Melihat kebutuhan tersebut, dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Muhammad Eko Atmojo, S.IP., M.IP., melaksanakan program pengabdian masyarakat bertema Melembagakan dan Mensinergikan Desa Wisata Berkelanjutan pada Minggu, 24 Mei 2026, di Kalurahan Semoyo, Gunungkidul.

“Kalurahan Semoyo memiliki potensi yang cukup kuat di bidang wisata edukasi herbal. Di sana sudah terbentuk sentra jahe dan kunyit yang menjadi kekuatan lokal masyarakat. Potensi seperti ini sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi desa wisata berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat,” ucap Eko kepada Humas UMY, Jumat, 29 Mei 2026.

Menurut Eko, tantangan utama yang selama ini dihadapi bukan terletak pada potensi wisata, melainkan pada aspek kelembagaan. Meski sebelumnya telah ada lembaga pengelola pariwisata, aktivitasnya tidak lagi berjalan optimal sehingga perkembangan sektor wisata mengalami stagnasi. Kondisi tersebut mendorong perlunya revitalisasi organisasi, termasuk pembentukan kembali struktur pengurus desa wisata dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Melalui program pengabdian ini, Eko bersama pemerintah kalurahan dan masyarakat berupaya membangun sinergi melalui pendampingan dan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya kelembagaan dalam pengelolaan desa wisata. Penguatan organisasi dinilai menjadi fondasi utama agar pengembangan wisata memiliki arah yang jelas dan berkesinambungan.

“Desa wisata tidak cukup hanya memiliki potensi, tetapi juga membutuhkan lembaga yang mampu mengelola dan menggerakkan masyarakat. Karena itu, pendampingan ini difokuskan pada penguatan kelembagaan, mulai dari pemahaman tata kelola hingga pembentukan kembali Pokdarwis agar pengembangan wisata dapat berjalan lebih terstruktur,” katanya.

Pendampingan yang dilakukan mencakup sosialisasi mengenai regulasi terbaru terkait kelembagaan desa wisata, termasuk peraturan gubernur yang menjadi pedoman dalam pengelolaannya. Selain itu, tim pengabdian turut mendampingi proses pembentukan kembali Pokdarwis yang nantinya berperan sebagai penggerak utama pengembangan wisata di Kalurahan Semoyo.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 20 calon pengurus dan warga yang akan terlibat dalam pengembangan sektor wisata. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif mereka dalam menyusun rencana pembentukan kepengurusan baru sekaligus mengidentifikasi berbagai potensi wisata yang dapat dikembangkan.

“Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka bahkan mulai menyusun rencana pembentukan pengurus Pokdarwis baru dan mengidentifikasi potensi utama yang bisa dikembangkan dalam sektor wisata. Ini menjadi langkah awal yang baik untuk membangun desa wisata yang lebih hidup dan berkelanjutan,” ujar Eko.

Melalui pendampingan tersebut, Eko berharap Pokdarwis Kalurahan Semoyo segera terbentuk dan mampu menjadi motor penggerak pengembangan desa wisata. Dengan dukungan kelembagaan yang kuat serta kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah kalurahan, potensi wisata herbal yang dimiliki Semoyo diharapkan dapat berkembang menjadi desa wisata berkelanjutan yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat setempat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....