UGM Berduka, Guru Besar Patologi Anatomi Prof Soeripto Meninggal Dunia

  • 30 Mei 2026 21:53 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Keluarga besar Universitas Gadjah Mada (UGM) berduka atas wafatnya Guru Besar Departemen Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Prof. Dr. dr. Soeripto, Sp.PA(K). Almarhum meninggal dunia pada Jumat, 29 Mei 2026 pukul 09.29 WIB di RSUP Dr. Sardjito dalam usia 86 tahun.

Mewakili keluarga, Prof. Dr. dr. Hardyanto Soebono menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UGM, FK-KMK UGM, serta RSUP Dr. Sardjito yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdian Prof. Soeripto selama hidupnya.

“Beliau merupakan tokoh dan pionir pengembangan kedokteran onkologi, tidak hanya di UGM tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Hardyanto dalam upacara penyemayaman di Balairung Gedung Pusat UGM, Jumat, 29 Mei 2026.

Menurut Hardyanto, almarhum tidak hanya dikenal sebagai akademisi dan dokter, tetapi juga memiliki ketertarikan besar terhadap dunia seni dan budaya. Salah satu bidang yang ditekuninya adalah seni pedalangan.

“Beliau pernah mengikuti pendidikan pedalangan di Habirandha, Keraton Yogyakarta,” ujarnya.

Dalam prosesi tersebut, keluarga menyerahkan jenazah almarhum kepada UGM untuk mendapatkan penghormatan terakhir sebelum dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga UGM di Sawitsari, Yogyakarta.

Ketua Departemen Patologi Anatomi FK-KMK UGM, dr. Hanggoro Tri Rinonce, membacakan riwayat hidup almarhum. Prof. Soeripto lahir di Nganjuk pada 16 Maret 1940 dan menempuh seluruh pendidikan tingginya di UGM, mulai dari pendidikan dokter, profesi, magister, doktor, hingga spesialis patologi anatomi.

Kariernya sebagai aparatur sipil negara sekaligus tenaga pengajar dimulai pada tahun 1969. Sepanjang pengabdiannya, ia meniti berbagai jenjang akademik hingga meraih gelar Guru Besar. Beragam penghargaan juga diterimanya, antara lain penghargaan kesetiaan mengabdi selama 10 tahun dan 25 tahun di UGM serta Satyalancana Karya Satya ke-30 dari Pemerintah Republik Indonesia.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian salah satu guru terbaik UGM tersebut. Ia menjelaskan bahwa Prof. Soeripto meraih gelar doktor di UGM pada tahun 1988 dan kemudian dikukuhkan sebagai Guru Besar melalui pidato ilmiah berjudul “Diagnosis dan Epidemiologi Kanker di Yogyakarta”.

Menurut Ova, Prof. Soeripto dikenal sebagai akademisi yang teguh dalam keilmuan sekaligus memiliki perhatian besar terhadap spiritualitas Timur dan praktik meditasi sebagai bagian dari upaya memahami keseimbangan hidup.

“Pesan beliau yang selalu diingat adalah carilah kebenaran, layani kebenaran, jadilah kebenaran. Kebenaran akan mengungkapkan dirinya sendiri ketika hati dipenuhi dengan kasih,” ujarrnya.

Ova juga mengungkapkan rasa syukur karena pernah berkesempatan belajar dan bekerja bersama almarhum. Baginya, Prof. Soeripto merupakan sosok guru sekaligus teladan yang memberikan inspirasi bagi sivitas akademika UGM.

“Segenap amalan ilmu dan karya beliau insyaallah menjadi pembuka jalan bagi pengembangan ladang ibadah dan ilmu pengetahuan masa depan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....