Akademisi UGM Dalami Temuan Gas Metana, Diduga Picu Api Misterius di Seyegan

  • 30 Mei 2026 14:39 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman – Sejumlah akademisi UGM melakukan observasi pada salah satu rumah di Seyegan yang mengalami kejadian munculnya api misterius yang terjadi sejak sepekan terakhir. Akademisi Teknik Geologi UGM Sarju Winardi menyebut berdasarkan pengecekan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, ditemui adanya kandungan gas metana di tempat keluarnya api. Di sisi lain, pihaknya juga turut melakukan pengukuran suhu dengan kamera termal. Didapati titik keluarnya api merupakan tempat dengan suhu tinggi.

“Ya itu wajar ketika dia terbakar suhunya naik. Ke depan kami rencananya mau konfirmasi yang sudah dilakukan oleh teman-teman di Gegana itu, kami juga akan mengukur kandungan gas metana,” ucap Sarju saat ditemui di Seyegan, Sleman, Sabtu, 30 Mei 2026.

Sarju menambahkan pihaknya akan mengukur kandungan gas dengan membawa alat ukur pada pekan depan. Dia juga akan mengukur sampel air untuk memastikan tercemar atau tidaknya air dengan gas metana. Sarju menyebut terbakarnya jalur pipa air dan sumur terjadi ketika adanya gas metana dengan jumlah kandungan tertentu yang ber-reaksi dengan oksigen.

Gas metana disebut memiliki kalori rendah dan membutuhkan kadar yang tinggi hingga bisa menyebabkan timbulnya api. Di sisi lain, gas metana bisa merambat melalui semua benda yang berpori, termasuk tanah. Dia menyebut, gas yang tersimpan di dalam benda-benda berpori seperti sofa atau pakaian bisa menyebabkan api menyala.

“Kadang-kadang butuh waktu yang agak lama ya, ngumpul di sofa, ngumpul di pakaian, di kain itu dalam jumlah waktu yang cukup dia baru nyala. Tapi kalau sedikit belum,” ujarnya.

Sarju meminta pemilik rumah untuk bisa memasang blower. Dengan demikian sirkulasi udara bisa maksimal dan tidak muncul adanya kumpulan gas metana di dalam rumah. Upaya ini sebagai pencegahan munculnya titik api kembali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....