Warga Binaan di Lapas Wirogunan Teladani Kisah Nabi pada Momentum Iduladha
- 29 Mei 2026 07:55 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Momentum Iduladha kali ini turut mengajak pada narapidana (napi) di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Wirogunan atau Lapas Kelas IIA Yogyakarta untuk meneladani kisah nabi sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan YME. Ini diwujudkan dalam gelaran salat Iduladha berjamaah yang dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban selama tiga hari.
Kepala Lapas Wirogunan, Marjiyanto, mengatakan seluruh persiapan pelaksanaan Iduladha telah dilakukan sejak jauh hari. Mulai dari pengadaan hewan kurban hingga pelaksanaan salat Iduladha.
“Persiapan salat Ied dan penyembelihan hewan kurban di Lapas Jogja telah dilaksanakan jauh-jauh hari, mulai dari hewan kurbannya, kemudian pelaksanaan salat Iduladha, dan kami putuskan pelaksanaannya di lapangan tenis Lapas Yogyakarta yang cukup representatif,” ujar Marjiyanto.
Pelaksanaan salat Iduladha diikuti oleh warga binaan dan petugas Lapas Wirogunan. Kegiatan tersebut juga dihadiri Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Penguatan SDM dan Transformasi Organisasi Ambeg Paramarta, dalam rangka monitoring pelaksanaan Iduladha serta pemenuhan hak warga binaan di Lapas Yogyakarta.
Sementara, pada perayaan Iduladha tahun ini, Lapas Wirogunan menerima dan menyembelih total tiga ekor sapi dan delapan ekor kambing yang berasal dari partisipasi warga binaan, keluarga warga binaan, dan petugas lapas. Penyembelihan dilaksanakan secara bertahap selama tiga hari, yakni hari pertama satu ekor sapi dan tiga ekor kambing, hari kedua satu ekor sapi dan empat ekor kambing, serta hari ketiga satu ekor sapi dan satu ekor kambing.
“Kegiatan ini sudah dilaksanakan secara rutin dari tahun ke tahun. Seperti disampaikan Ustaz Rifai dari Kementerian Agama Kota Yogyakarta tadi, makna dari peringatan Iduladha ini agar kita taat kepada perintah Allah dan meneladani para nabi,” ucapnya.
Marjiyanto menambahkan, pihaknya turut menggandeng petugas dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta untuk melakukan pemeriksaan post-mortem terhadap organ dalam hewan kurban, meliputi hati, limpa, dan paru-paru guna memastikan kelayakan konsumsi daging kurban. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tiga ekor kambing dinyatakan sehat dan layak konsumsi. Sementara satu ekor sapi dinyatakan sehat, tapi ditemui adanya indikasi yang menyebabkan organ tersebut tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi pada bagian organ hati. Organ hati tersebut telah dipisahkan untuk dimusnahkan, sedangkan bagian daging lainnya dinyatakan aman dan layak konsumsi.
“Diharapkan nilai-nilai keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan dapat terus tumbuh dalam proses pembinaan warga binaan pemasyarakatan,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....