Shamsi Ali: Muslim di AS Kini Diperkirakan Mencapai 15 Juta Jiwa

  • 28 Mei 2026 22:59 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Tokoh Islam asal Indonesia yang berkiprah di Amerika Serikat, Shamsi Ali, memperkirakan jumlah umat Muslim di Negeri Paman Sam saat ini telah mencapai antara 10 hingga 15 juta jiwa. Angka tersebut dinilai jauh lebih besar dibandingkan data resmi pemerintah Amerika Serikat yang mencatat populasi Muslim berkisar 5 hingga 7 juta jiwa.

Pernyataan itu disampaikan Shamsi Ali saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Penganugerahan UMY Awards 2026 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu, 23 Mei 2026.

“Data resmi yang ada saat ini masih undercounting. Jumlah sesungguhnya telah melampaui dua kali lipat angka yang dipublikasikan,” ujar Shamsi Ali di hadapan civitas academica UMY dan para tamu undangan.

Menurutnya, perbedaan angka tersebut bukan sekadar persoalan administratif atau teknis pendataan. Shamsi Ali menilai, selama ini terdapat kecenderungan yang membuat eksistensi dan kontribusi komunitas Muslim di Amerika Serikat belum sepenuhnya tergambarkan secara utuh.

Ia juga mengungkap karakteristik komunitas Muslim di Amerika yang dinilai berbeda dari persepsi umum yang berkembang. Berdasarkan data dari Pew Research Center, sebanyak 58 persen Muslim di Amerika Serikat berada pada kelompok usia di bawah 40 tahun.

Dari sisi pendidikan, sekitar 44 persen Muslim di negara tersebut telah menempuh pendidikan sarjana atau lebih tinggi, melampaui rata-rata nasional Amerika Serikat yang berada di angka 33 persen.

“Kebanyakan dari mereka mendominasi bidang kedokteran, teknologi informasi, teknik, dan hukum,” katanya.

Pertumbuhan populasi Muslim, lanjut Shamsi Ali, juga tercermin dari meningkatnya jumlah rumah ibadah. Jika pada awal 1960-an hanya terdapat sekitar 200 masjid di Amerika Serikat, kini jumlahnya telah melampaui 4.500 masjid. Bahkan, di Kota New York saja terdapat lebih dari 300 masjid.

“Sekitar 20 hingga 25 persen Muslim di Amerika Serikat saat ini adalah mualaf, mayoritas berasal dari kalangan Afrika-Amerika dan Latin. Dalam tren terbaru, gelombang konversi juga mulai datang dari kelompok yang sebelumnya jarang dikaitkan dengan Islam, yaitu warga kulit putih Amerika,” ucapnya.

Fenomena tersebut, menurut Shamsi Ali, tidak terlepas dari pandangan masyarakat yang mulai melihat Islam sebagai agama yang rasional, seimbang, dan mampu menjawab kebutuhan spiritual sebagian warga Amerika.

Dengan tingkat fertilitas Muslim Amerika Serikat yang disebut mencapai 2,7 persen, ia memproyeksikan pengaruh komunitas Muslim akan terus berkembang pada masa mendatang. Meski pada 2050 jumlah Muslim diperkirakan masih berada di kisaran 3 hingga 5 persen dari total populasi, dampaknya terhadap kehidupan sosial, ekonomi, hingga politik diyakini semakin besar.

“Pengaruhnya bisa mencapai 15 hingga 20 persen di berbagai sektor kehidupan nasional,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Shamsi Ali menerima UMY Awards 2026 yang diserahkan langsung oleh Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya dalam pengembangan dakwah dan pemberdayaan komunitas Islam di Amerika Serikat selama bertahun-tahun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....