Bhikkhu Sangha Jalan Kaki ke Borobudur, Tebarkan Pesan Kemanusiaan
- 25 Mei 2026 21:30 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Perjalanan lintas pulau bertajuk Indonesia Walk for Peace (IWFP) 2026 yang dijalani rombongan Bhikkhu Sangha dari Bali menuju Candi Borobudur membawa pesan perdamaian, toleransi, dan persaudaraan antarumat. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Raya Waisak 2570 BE yang puncaknya digelar di Candi Borobudur pada 28 Mei mendatang.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menerima rombongan bhikkhu saat singgah di DIY pada Senin, 25 Mei 2026 di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta. Menurut Sri Sultan, perjalanan thudong lintas negara tersebut bukan hanya tentang ketahanan fisik, tetapi juga membawa pesan kemanusiaan yang mendalam.
"Bagi saya pribadi, Indonesia Walk for Peace bukan sekadar perjalanan fisik. Ia adalah simbolisasi langkah maju, menuju masa depan bangsa yang harmonis dan bermartabat, melalui penyebaran energi positif dan harmoni antar umat beragama," ujar Sri Sultan.
Sri Sultan juga menegaskan bahwa keberagaman merupakan anugerah yang harus menjadi perekat persaudaraan, bukan sumber perpecahan.
"Memang Tuhan ini menciptakan yang berbeda-beda. ya beda kulitnya, berbeda rasnya. Jadi, keberagaman suku, agama, dan budaya adalah kekayaan yang menyatukan, bukan memisahkan bangsa," kata Sultan.
Aksi damai lintas pulau ini diikuti 57 peserta, terdiri atas 50 Bhikkhu mancanegara dan 7 pendamping dari Indonesia. Para bhikkhu berasal dari Thailand sebanyak 43 orang, Malaysia 4 orang, dan Laos 3 orang.
Rombongan dipimpin Bhikkhu Phanarin Anando yang berusia 31 tahun. Sementara peserta tertua berusia 67 tahun dan termuda 23 tahun.
Sejak memulai perjalanan dari Bali pada 9 April 2026, para bhikkhu menempuh perjalanan kaki sejauh 30 hingga 40 kilometer setiap hari. Mereka berjalan selama 8 sampai 10 jam per hari di bawah cuaca panas Pulau Jawa yang mencapai 34 hingga 36 derajat Celsius.
Ketua Panitia Pusat IWFP 2026, Tosin, mengungkapkan beratnya tantangan fisik yang dihadapi para bhikkhu selama perjalanan panjang tersebut. Ia bahkan menyaksikan sendiri para peserta tetap melanjutkan perjalanan meski mengalami luka di kaki.
"Kalau saya amati di kakinya itu bisa ada 3 sampai 5 jahitan, ini sangat luar biasa. Walaupun terluka dijahit, biasa kan orang istirahat, ini tidak, besok tetap jalan melakukan perjuangan yang tanpa henti," ucap Tosin.
Selain ketangguhan fisik, Tosin juga menyoroti kesederhanaan hidup para bhikkhu. Mereka memilih tidak menggunakan fasilitas mewah dan lebih nyaman tinggal di tempat sederhana yang disediakan masyarakat maupun pengurus rumah ibadah.
"Bhikkhu-bhikkhu ini sangat sederhana hidupnya, mereka tidak tinggal di hotel meskipun panitia ingin memberikan yang terbaik. Mereka tidur di lapangan terbuka, di gedung-gedung pertemuan, di wihara, walaupun fasilitas apa adanya mereka tidak ada masalah dan sangat mudah dilayani," ujarnya.
Perjalanan damai tersebut mendapat dukungan dari berbagai organisasi umat Buddha di Indonesia, termasuk Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dan Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi).
Sementara itu, Ketua Panitia IWFP 2026 DIY, Tandean Harry Setio, menyebut momentum ini penting untuk memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota toleransi di mata dunia. Ia mengajak masyarakat menyambut rombongan bhikkhu dengan sikap terbuka dan penuh penghormatan.
"Ada imbauan dari Gubernur DIY dan Walikota Yogyakarta bahwa kita harus menyambut dan menunjukkan Jogja sebagai city of tolerance. Mari bersama-sama turut serta menyambut sebagai wujud penghormatan, toleransi, bakat persaudaraan, dan dukungan terhadap pesan-pesan perdamaian," kata Tandean Harry Setio.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak di DIY yang mendukung kelancaran kegiatan penyambutan rombongan IWFP 2026.
"Sehubungan dengan rencana kegiatan tersebut tentunya dapat terlaksana berkat kerja sama dukungan dari berbagai pihak yang terkait di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....