Peremajaan Salak Pondoh di Sleman Digencarkan
- 25 Mei 2026 17:41 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Pemkab Sleman terus berupaya menjaga keberlangsungan komoditas salak pondoh di tengah berbagai tantangan yang dihadapi petani. Mulai dari turunnya produktivitas tanaman tua hingga anjloknya harga saat musim panen raya. Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman (DP3) Rofiq Andriyanto mengatakan salak pondoh merupakan komoditas khas Sleman yang harus terus dijaga keberadaannya. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini berada pada aspek pascapanen dan pemasaran hasil produksi.
“Ketika panen raya harga salak bisa turun jauh. Karena itu kami mendorong teman-teman petani untuk melakukan diversifikasi produk, tidak hanya dijual dalam bentuk buah segar,” kata Rofiq.
Dia menjelaskan petani didorong mengembangkan berbagai produk olahan berbahan dasar salak seperti minuman, permen salak, dodol salak, hingga produk turunan lainnya agar memiliki nilai tambah ekonomi. Selain itu, Pemkab Sleman juga tengah melakukan peremajaan pohon salak yang sudah tua melalui metode cangkok induk. Cara ini dipilih untuk mempercepat tanaman memasuki masa produktif dibandingkan harus menanam bibit baru dari awal.
“Kalau menggunakan bibit baru butuh sekitar tiga tahun untuk berbuah. Dengan metode cangkok induk, masa pembuahan bisa lebih cepat sehingga diharapkan produktivitas salak kembali meningkat,” ujarnya.
Menurut Rofiq, rendahnya produktivitas menjadi persoalan serius bagi petani. Sebab saat harga turun dan jumlah produksi sedikit, hasil panen tidak mampu menutup biaya produksi. Untuk menjaga pendapatan petani, pemerintah juga mendorong pola tanam tumpang sari dengan tanaman lain seperti alpukat dan kelengkeng. Langkah ini diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan tanpa menghilangkan tanaman salak yang sudah ada.
“Petani tetap bisa mempertahankan salaknya, tapi juga punya tanaman lain yang produktif,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....