Efisiensi, Alasan Utama Sultan Sederhanakan Garebeg Besar Tahun Ini
- 22 Mei 2026 13:08 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Sri Sultan Hamengku Buwono X akhirnya menjelaskan secara langsung alasan di balik kebijakan penyederhanaan upacara adat Garebeg Besar yang akan digelar pada Rabu, 27 Mei 2026 mendatang. Prosesi yang tahun ini dipusatkan di lingkungan internal Keraton Yogyakarta disebut sebagai langkah efisiensi anggaran di tengah situasi penghematan yang juga dilakukan pemerintah.
Menurut Sri Sultan, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi saat ini, sejalan dengan langkah penghematan yang diterapkan pemerintah pusat maupun daerah. Keraton Yogyakarta, kata Sultan, juga perlu bersikap bijak dalam mengelola pembiayaan pelaksanaan tradisi budaya.
"Ya penghematan aja, kabeh kan penghematan ya kan. Ya kita juga menghemat lah prinsipnya kan gitu," ujar Sri Sultan, Kamis, 21 Mei 2026 di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Sri Sultan mengungkapkan, selama ini komponen pembiayaan terbesar dalam pelaksanaan Garebeg berada pada proses mobilisasi logistik dan kirab luar ruangan yang melibatkan banyak personel. Karena itu, penyesuaian pada bagian tersebut dinilai menjadi pilihan paling realistis dalam situasi sekarang.
"Ya kita lihat yang pemerintah APBN ya penghematan, daerah ya penghematan. Karena biaya yang terbesar itu kan di situ. Kalau (biaya, red) kecil terus penghematan kan ndak logis. Itu aja. Tapi kalau sekaten kemungkinan prajurit kan tetap ngawal misalnya gitu, tapi pada waktu acara gunungan nggak ada. Penghematan aja,” ujar Sri Sultan.
Kendati demikian, Sri Sultan memastikan format sederhana pada Garebeg Besar tahun ini bukan keputusan permanen. Keraton Yogyakarta masih akan mempertimbangkan kondisi ekonomi ke depan sebelum menentukan format pelaksanaan untuk upacara-upacara berikutnya.
Meski Garebeg Besar mendatang dipastikan berlangsung tanpa kirab gunungan di luar Keraton, peluang kehadiran prajurit dalam agenda budaya lain seperti Sekaten tetap terbuka. Namun, pelaksanaannya akan tetap menyesuaikan kondisi dan prioritas efisiensi yang berlaku.
"Saya nggak bisa menentukan nanti kita lihat perkembangan kalau memang apa keadaan ekonominya lebih baik ya dimunculkan lagi kita kan belum tahu," kata Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Penyesuaian garebeg besar ini berdampak pada sejumlah agenda yang biasanya dapat disaksikan masyarakat luas. Prosesi kirab pareden yang pada pelaksanaan normal dari Kraton Yogyakarta dibawa menuju Kompleks Kepatihan dan Puro Pakualaman dipastikan tidak digelar pada Garebeg Besar tahun ini.
Secara historis, tradisi Garebeg telah mengalami berbagai penyesuaian seiring perkembangan zaman. Pola penyederhanaan seperti tahun ini bukan pertama kali dilakukan, sebab format serupa pernah diterapkan ketika masa pandemi Covid-19.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....