Ketua DPD RI Bekali 1.760 Calon Wisudawan UGM

  • 19 Mei 2026 16:31 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Sebanyak 1.760 calon wisudawan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti pembekalan calon wisudawan sarjana dan sarjana terapan periode III Tahun Akademik 2024/2025 di lantai 2 Grha Sabha Pramana UGM, Selasa, 19 Mei 2026. Kegiatan ini digelar sehari menjelang prosesi wisuda sarjana yang dijadwalkan berlangsung pada 20–21 Mei 2026.

Pada kesempatan tersebut, materi pembekalan disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) periode 2024–2029, Sultan Bachtiar Najamudin. Dalam paparannya, Sultan membagikan pengalaman sebagai praktisi sekaligus memberikan gambaran mengenai tantangan yang akan dihadapi lulusan setelah meninggalkan bangku kuliah.

Ia menekankan bahwa wisuda bukan sekadar penanda kelulusan, melainkan transisi dari ruang akademik menuju kehidupan nyata yang penuh dinamika dan tantangan.

“Dan sering kali realitas tidak selalu hadir sesuai dengan isi proposal yang teman-teman pikirkan,” ujarnya.

Menurut Sultan, prosesi wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal ketika para lulusan mulai diuji di lingkungan yang lebih kompleks. Ia mencontohkan, jika nilai buruk saat kuliah masih dapat diperbaiki, maka keputusan yang diambil di dunia profesional memiliki dampak yang jauh lebih besar.

“Keputusan keliru di dunia usaha, atau pegawai di lapangan pekerjaan, atau mungkin banyak teman-teman di masyarakat, itu berdampak,” katanya.

Ia mengingatkan, tantangan setelah lulus tidak lagi hadir dalam bentuk soal di atas kertas, tetapi berupa tanggung jawab, tekanan, dan kompleksitas kehidupan nyata. Meski demikian, Sultan menilai fase tersebut justru menjadi awal lahirnya kepemimpinan yang sesungguhnya, di saat bangsa membutuhkan kontribusi generasi terbaiknya.

Dalam kesempatan itu, Sultan juga mengajak para calon wisudawan untuk mulai menyusun arah masa depan dan menentukan tujuan hidup secara terencana. Ia mendorong lulusan agar tidak menjalani hidup secara kebetulan, tetapi dengan perencanaan yang matang.

“Mulailah berpikir tentang masa depan, atau target hidup. Jangan lagi seperti mungkin kami-kami dulu. Saya dulu istilahnya masih by accident. Lebih banyak karena alam, bukan by design, bukan by plan,” ujarnya.

Selain penguasaan keterampilan teknis (hard skill), Sultan menekankan pentingnya pengembangan soft skill, seperti integritas dan kecerdasan emosional, terutama di tengah persaingan yang semakin ketat dengan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan teknologi digital.

Ia juga mengingatkan para lulusan untuk tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi mulai berpikir menciptakan inovasi, membangun usaha, hingga memperkuat daya saing melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi.

Di akhir pembekalan, Sultan berpesan agar para calon wisudawan tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi, tetapi juga menjadi individu yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Jangan hanya bercita-cita menjadi orang yang sukses, tapi bercita-citalah menjadi orang yang bermanfaat! Bermanfaat untuk teman-teman, bermanfaat untuk masyarakat, bermanfaat untuk negara, dan bermanfaat untuk agama,” katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor UGM Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni, Arie Sujito, menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada para calon wisudawan yang segera menyelesaikan studinya.

Arie berharap pembekalan tersebut dapat memperkuat kesiapan lulusan memasuki dunia kerja, terutama dalam menghadapi tantangan profesional yang semakin kompleks.

“Mengapa keterampilan ini penting? Sebab menjadi alumni UGM haruslah menjadi subjek yang berdampak dan berkontribusi positif dalam memecahkan permasalahan bangsa, sehingga harus memiliki kondisi, kapasitas, dan karakter yang kuat, agile, adaptif, inovatif, kolaboratif, problem solver, dan self-leadership,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....