UGM Tetap Gunakan Istilah Teknik meski Ada Nomenklatur Baru
- 19 Mei 2026 12:54 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang menetapkan istilah “rekayasa” sebagai padanan resmi nomenklatur baru Program Studi Teknik memunculkan berbagai tanggapan di kalangan perguruan tinggi. Aturan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 96/B/KPT/2025 dan sempat menjadi perbincangan terkait upaya standardisasi istilah akademik.
Meski demikian, Kemdiktisaintek menegaskan bahwa penerapan nomenklatur baru tersebut tidak bersifat wajib. Implementasinya disesuaikan dengan kesiapan dan karakteristik masing-masing perguruan tinggi.
Menanggapi kebijakan tersebut, Fakultas Teknik UGM menyatakan belum memiliki rencana untuk mengganti penggunaan istilah “teknik” di lingkungan akademiknya. Fakultas menilai nomenklatur yang selama ini digunakan masih relevan dan belum mendesak untuk diubah.
Dekan Fakultas Teknik UGM, Selo, mengatakan pihaknya tetap berkomitmen mengikuti arahan dan regulasi kementerian. Namun, karena kebijakan itu bersifat opsional, FT UGM memilih mempertahankan nomenklatur yang sudah berjalan.
“Karena dalam edaran tersebut sifatnya tidak wajib, FT akan saya dorong untuk tetap seperti sekarang. Belum akan mengubah nomenklatur,” ujarnya, Selasa, 19 Mei 2026.
Menurut Selo, keputusan untuk tidak segera mengubah nomenklatur juga didasarkan pada pertimbangan akademik dan administratif. Ia menilai perubahan nama program studi memerlukan pembahasan yang matang, termasuk melalui mekanisme internal fakultas dan pelibatan Senat Fakultas.
“Karena sifatnya opsional, kami melihat FT belum perlu untuk melakukan pembahasan lebih jauh. Ada proses harus dipelajari dan dijalankan, termasuk keterlibatan Senat Fakultas. Pendek kata, kami menginterpretasikan kata ‘boleh’ sebagai sesuatu hal yang tidak urgen bagi FT dan belum penting untuk segera dilaksanakan,” katanya.
Alih-alih fokus pada perubahan administratif, FT UGM saat ini memilih memprioritaskan penguatan substansi pendidikan dan penelitian. Fakultas menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta hilirisasi hasil riset sebagai agenda utama yang sedang dikembangkan.
“FT lebih fokus pada bagaimana dapat berkontribusi pada 2 hal utama, yaitu menyiapkan SDM unggul dan menghasilkan penelitian yang manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. FT akan terus fokus pada dampak nyata perguruan tinggi, khususnya di bidang engineering pada masyarakat,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....