Petani Milenial Mulai Menjamur, Manfaatkan Program Banpres sebagai Branding
- 12 Mei 2026 15:15 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Keberadaan peternak milenial di Sleman mulai menjamur. Peternak mulai dilirik menjadi salah satu pekerjaan yang menguntungkan di masa depan.
Ketua Tim Kerja Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman Hetty Sugianti menjelaskan pihaknya turut menangkap adanya tren positif terkait pertumbuhan peternak milenial di Sleman. Baik itu peternak kecil maupun besar.
Hetty menyebut, salah satu alasan meningkatnya tren peternak milenial adalah adanya program bantuan presiden (banpres) setiap Hari Raya Iduladha. Anak muda lalu berlomba-lomba untuk melahirkan sapi yang berukuran besar dan dengan kualitas unggulan.
“Dan teman-teman, anak-anak muda itu sudah mulai belajar sehingga sudah mulai mempersiapkan,” kata Hetty.
Dia menambahkan, selain karena adanya program tersebut, minat menjadi peternak turut meningkat lantaran kemudahan akses para peternak dalam mencari pakan. Peternak milenial biasanya tidak memelihara selama tahunan. Biasanya mereka akan mulai mengembangkan sapi kurban ini maksimal satu tahun saja. Lalu, akan mengejar penggemukan sapi dengan pemberian nutrisi. Hetty menyebut, beberapa kapanewon turut menjadi kantong sapi dengan ukuran besar. Mulai dari Kapanewon Berbah, Kalasan, Ngemplak, hingga Cangkringan. Hetty menuturkan, sapi banpres dari Sleman pada Iduladha tahun lalu juga disuplai oleh anak muda dari Kapanewon Berbah.
“Kebetulan yang tahun kemarin pun Mas Fahmi Berbah itu juga umurnya masih 25. Waktu itu (sapi) PO, kurang lebih beratnya 860-an kilogram waktu itu,” ucapnya.
Sementara, Kepala DP3 Sleman Rofiq Andriyanto menjelaskan anak muda saat ini memiliki jiwa kompetisi yang tinggi. Di sisi lain, banyak anak muda yang juga terjun ke dunia peternak untuk fokus mengembangkan sapi banpres. Jika bisa terpilih, maka akan menjadi branding tersendiri bagi peternak itu. Dengan demikian, peternak milenial bisa kembali menjual hewan ternak dengan harga di atas pasaran.
“Ini juga kayanya dorongan untuk di Sleman tumbuh peternak yang memang khusus untuk pembesaran yang dijual dengan harga di luar harga pasaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....