Stok MinyakKita di Pasar Kranggan Menipis, Pedagang Mulai Tawarkan Merek Lain
- 11 Mei 2026 12:33 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Ketersediaan minyak goreng subsidi merek MinyakKita di Pasar Kranggan, Yogyakarta mulai menipis. Kondisi ini menyebabkan pedagang harus memutar otak dengan cara menawarkan pembeli untuk beralih ke minyak goreng merek lain yang tersedia di tingkat distributor.
Menurut pantauan dari rri.co.id pada Senin, 11 Mei 2026 pagi, sejumlah toko yang ada di pasar kranggan yang menjual MinyakKita mengalami keterbatasan stok MinyakKita. Disisi lain, minyak goreng dengan merek lain, seperti Sania, Sunco, Bimoli dan lainnya justru terdapat ketersediaan stok yang cukup untuk 1 bulan kedepan.
Salah satu pedagang di Pasar Kranggan, Sari Ayu mengatakan bahwa Pengiriman MinyakKita di warungnya kini sangat dibatasi oleh pihak distributor. Ia menjelaskan dalam dua bulan warung miliknya hanya bisa menambah stok 1 kali sebanyak 10 karton saja.
“Kadang kadang nggak mesti datangnya, jadi kayak dibatasi gitu, dan memang di distributor stoknya nggak ada. Terus kalau musim hujan, bisa terlalu lama datangnya, baru datang itu dua bulan,” kata Sari saat ditemui, Senin 11 Mei pagi.
Sari menambahkan, Kelangkaan stok MinyakKita sudah terjadi sejak memasuki bulan puasa, meskipun sempat ada pengiriman sekitar dua minggu lalu, akan tetapi stok tersebut belum bisa mencukupi permintaan pembeli yang tinggi. Sementara itu, apabila ada pembeli yang mencari MinyakKita akan tetapi di warungnya sedang kehabisan stok, maka ia selalu menawarkan merek lain meskipun dengan harga jauh lebih mahal dibandingkan dengan MinyakKita.
Disisi Lain, Penjual di Pasar Kranggan yang lain, Warni, mengatakan bahwa ia tidak bisa memastikan ketersediaan stok. Dalam satu bulan ia belum tentu bisa mendapatkan stok MinyakKita dari distributor.
“Kadang satu bulan sekali nyetoknya, tapi itu belum pasti. Dan sekarang kita kalau nyetok dapetnya yang pouch bukan yang botolan lagi,”kata Warni.
Warni menilai, keterbatasan stok ini diperkirakan terjadi karena stok MinyakKita dialokasikan sebagian untuk penyaluran bantuan sosial (bansos) pangan oleh pemerintah. Sementara itu, Pasokan MinyakKita saat ini akan difokuskan pada wilayah papua serta terjadi kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) yang membuat produsen sulit mendapatkan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan, kombinasi ini membuat MinyakKita mengalami kesulitan dalam distribusi.
Adapun MinyakKita yang dijual di pasar kranggan berada di harga Rp15.000 hingga Rp16.000 per liter. Harga ini dinilai masih cukup terjangakau, meskipun keuntungan yang didapatkan pedagang tergolong tipis.
Para pedagang berharap pasokan MinyakKita dapat kembali normal dan tersedia setiap minggunya. Pemerintah dan distributor dapat memperhatikan kelancaran distribusi agar tidak terjadi kekosongan stok terus – menerus di pasar tradisional. (Victorio Firsta).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....