Jaga Stabilitas Harga, Bulog DIY Percepat Penyaluran Beras SPHP dan Minyakita
- 08 Jun 2026 09:42 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Perum Bulog Kanwil DIY berupaya melakukan percepatan penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dan minyak goreng Minyakita di pasaran. Hal ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga pangan tetap terjaga.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil DIY Dedi Aprilyadi menyebut distribusi beras SPHP dilakukan melalui berbagai saluran distribusi resmi. Mulai dari pasar tradisional, Gerakan Pangan Murah (GPM), kios pangan, dan jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah. Sedangkan untuk produk Minyakita disalurkan melalui pasar-pasar tradisional yang menjadi lokasi pencatatan SP2KP serta melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang tersebar di seluruh wilayah DIY, Banyumas, dan Magelang.
| Baca juga: Daya Beli Petani DIY Turun |
“Penyaluran tersebut bertujuan menjaga keterjangkauan harga minyak goreng sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pasokan yang cukup. Beras SPHP dan Minyakita merupakan instrumen strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan. Oleh karena itu, distribusinya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat,” ujar Dedi.
Selain fokus pada percepatan distribusi beras dan minyak goreng, Dedi mengatakan pihaknya juga melakukan pemantauan langsung di pasar rakyat. Terbaru, pemantauan dilakukan di Pasar Prawirotaman dan Pasar Beringharjo. Hasilnya, harga beras terpantau stabil dan berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp13.500 perkilogram untuk beras medium. Selain itu, ketersediaan Minyakita di tingkat pengecer juga terpantau aman dengan harga yang masih berada dalam rentang HET yang ditetapkan pemerintah. Di sisi lain, stok beras yang dikelola Bulog Kanwil DIY saat ini berada pada level aman.
“Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola Bulog Kanwil DIY mencapai sekitar 244 ribu ton. Jumlah ini sangat memadai untuk mendukung program bantuan pangan, penyaluran SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di wilayah kerja kami,” kata Dedi.
Sementara, realisasi penyaluran bantuan pangan oleh Bulog Kanwil DIY telah mencapai 83 persen dari target yang ditetapkan pemerintah. Penyaluran terus dipercepat agar seluruh penerima manfaat dapat menerima bantuan tepat waktu dengan target penyelesaian hingga akhir Juni 2026. Percepatan penyaluran bantuan pangan ini diyakini memberikan dampak langsung terhadap penguatan daya beli masyarakat sekaligus membantu meredam tekanan harga beras di tingkat konsumen. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang. Stok beras maupun Minyakita dalam kondisi aman dan distribusi terus berjalan,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....