PT Jasa Marga Dukung Peningkatan Perekonomian di Wilayah Nanggulan Kulon Progo

  • 08 Mei 2026 16:56 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Kulon Progo - PT Jasa Marga melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) berkomitmen memperkuat pemberdayaan masyarakat. Kali ini, Jasa Marga memfokuskan bantuan pada pengembangan potensi lokal di wilayah Nanggulan melalui inovasi pengolahan buah alpukat menjadi produk sabun.

Sahrul Rahmat, Jasa Marga Kantor Pusat menjelaskan, program ini merupakan dukungan atas proposal yang diajukan oleh Pembina Agro Nanggulan, Purdiyanta. Inisiatif Purdiyanta dinilai strategis karena mengoptimalkan komoditas alpukat yang selama ini belum banyak dimanfaatkan untuk sektor kecantikan.

"Program CSR tersebut berusaha untuk merangkul masyarakat setempat agar ada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan," ujarnya, Jumat, 8 Mei 2026.

Sahrul menambahkan tujuan utama bantuan tersebut adalah menciptakan hubungan yang saling menguntungkan dengan masyarakat. Dengan adanya inovasi produk kosmetik berbahan dasar alpukat, diharapkan nilai tambah komoditas lokal meningkat, yang pada akhirnya berdampak langsung pada taraf hidup petani dan warga.

"Harapannya, program ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan," ucapnya.

Pembina Agro Jasa Marga, Purdiyanta, menjelaskan, program tersebut merupakan percontohan yang ditargetkan mulai terealisasi pada akhir Mei atau awal Juni. Kolaborasi dengan akademisi dilakukan untuk memastikan produk yang dihasilkan memiliki standar kualitas yang mampu bersaing di pasar.

"Kami berkoordinasi dengan UNAIR untuk pemantapan produk, termasuk pengemasan (packaging). Produk ini dijamin kualitasnya karena melalui hasil penelitian para ahli dan lulus uji laboratorium, sehingga tidak kalah dengan merek terkenal," ujarnya.

Program ini, jelas Purdiyanta, akan menyasar kelompok difabel dan perempuan terdampak di wilayah Nanggulan. Pada tahap pertama, sebanyak 10 orang akan dilibatkan dalam satu kelompok klaster percontohan.

Pemilihan produk sabun batang sebagai produk, didasarkan pada pertimbangan praktis sebagai industri rumahan (home industry) yang dapat dikerjakan secara fleksibel di rumah tanpa menghambat keterbatasan fisik. Sabun juga didorong oleh potensi pasar yang luas karena menjadi kebutuhan pokok harian setiap orang. Pemasaran awal dapat dimulai dari lingkungan tetangga sekitar.

Produk ini diharapkan dapat dijual dengan harga yang lebih terjangkau untuk menarik minat masyarakat. Sabun ini akan menggunakan bahan baku alpukat hasil sortir yang nilai jualnya rendah di pasar, namun tetap memiliki manfaat tinggi untuk diolah menjadi kosmetik.

Tidak hanya memberikan pelatihan produksi, Jasa Marga dan UNAIR juga akan melakukan pendampingan dalam hal pemasaran.

Purdiyanta berharap, jika produksi dan minat masyarakat menunjukkan tren positif, produk ini dapat dipasarkan lebih luas melalui aset Jasa Marga.

"Harapan saya kedepan, produk ini bisa disediakan di rest area tol Jasa Marga. Jika proyek ini sukses, kami akan mengembangkan klaster serupa di wilayah lain," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....