Jasa Raharja Optimalkan Pelayanan Perlindungan Publik Berbasis Data

  • 09 Agt 2026 05:38 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yoyakarta — PT Jasa Raharja memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan perlindungan publik yang responsif, efisien, dan berkelanjutan. Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, saat menjadi salah satu pembicara utama dalam forum The Forum 2026 yang diselenggarakan Asosiasi Ahli Manajemen Asuransi Indonesia (AAMAI) di Yogyakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Dalam forum bertema "The Role of Insurance Ecosystems: Connecting with Customers in New Ways" tersebut, Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin memaparkan strategi Jasa Raharja dalam membangun ekosistem perlindungan yang terintegrasi. Menurutnya, inisiatif ini menjadi model layanan yang menempatkan masyarakat sebagai pusat dari setiap proses perbaikan (center of improvement).

Ia menjelaskan bahwa perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Oleh karena itu, akses layanan kesehatan dan penanganan korban harus dilakukan secara cepat, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan publik.

"Customer harus menjadi center of improvement. Setiap integrasi sistem, setiap inovasi digital, dan setiap penyederhanaan proses harus bermuara pada satu tujuan, yaitu menghadirkan pengalaman layanan yang lebih baik bagi masyarakat. Data membantu kami memahami kebutuhan pelanggan secara lebih utuh, sehingga perbaikan layanan dapat dilakukan secara berkelanjutan," ujarnya.

Transformasi layanan Jasa Raharja selama beberapa tahun terakhir dibangun di atas fondasi integrasi data secara real-time. Hal ini melalui kolaborasi erat dengan Korlantas Polri, pemerintah daerah, rumah sakit, dan berbagai instansi terkait, proses penjaminan biaya perawatan hingga pembayaran santunan kini dapat dilakukan jauh lebih cepat, akurat, dan minim hambatan administratif.

Awaluddin menambahkan bahwa data kini bukan lagi sekadar instrumen pendukung operasional, melainkan fondasi utama dalam pengambilan keputusan dan pengembangan layanan yang responsif. Konsep ini sejalan dengan arah transformasi industri perasuransian global yang semakin mengedepankan pendekatan berbasis ekosistem—di mana perlindungan menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman layanan publik.

Untuk membangun insurance ecosystem yang kuat di Indonesia, Awaluddin menekankan pentingnya integrasi data, interoperabilitas sistem, serta penyelarasan proses bisnis antar-lembaga.

Forum AAMAI 2026 sendiri menjadi ajang pertemuan para regulator, pelaku industri, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk membahas masa depan industri perasuransian Indonesia. Diskusi berfokus pada pengembangan embedded insurance, open insurance, pemanfaatan real-time data, hingga peningkatan pengalaman pelanggan melalui kolaborasi ekosistem.

Partisipasi aktif Jasa Raharja dalam forum ini menjadi bukti komitmen perusahaan untuk terus memperkuat perlindungan dasar bagi masyarakat luas. Lewat inovasi layanan, transformasi digital, dan sinergi lintas institusi, kehadiran negara diharapkan dapat dirasakan secara nyata oleh setiap korban kecelakaan lalu lintas di seluruh wilayah Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....