Terhindar dari Dampak El-Nino 2026, Gunungkidul Siap Panen Padi

  • 08 Mei 2026 13:50 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID., Yogyakarta - Berdasarkan ramalan BMKG, secara umum di Indonesia akan mengalami kemarau kering dan panjang pada 2026, yang diperkirakan El-Nino mulai akhir April atau awal Mei 2026 sampai dengan Oktober 2026. Demikian pula di kabupaten Gunungkidul, yang merupakan daerah kering dengan dominasi pertanian tadah hujan diperkirakan akan mengalami hal serupa.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul pada Rabu 6 Mei 2026, melakukan monitoring pertanaman utamanya tanaman padi pada musim tanam kedua. Hal ini dilakukan untuk mitigasi dampak kekeringan.

Wilayah pertama yang dikunjungi daerah Semin yang merupakan salah satu sentra tanaman padi Gunungkidul. Berdasar laporan Penyuluh Pertanian Lapangan di BPP Semin, drh. Rumini yang dijumpai Tim Monitoring Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, menjelaskan bahwa sampai dengan awal Mei 2026 Kapanewon Semin masih terdapat hujan.

“Wilayah Semin bulan Januari curah hujan mencapai 418 mm, bulan Febuari mencapai 261,5 mm, bulan Maret mencapai 269,5 mm dan April mencapai 297 mm, serta Mei 65,5 mm, sehingga untuk pertanaman padi aman bisa panen yang diperkirakan minggu ketiga Mei 2026 sudah mulai panen padi musim tanam kedua,” katanya. Ia juga menambahkan, untuk luasan pertanaman padi mencapai 2.924 Ha yang ditanam bulan Febuari dan Maret 2026.

Selain itu, drh. Rumini juga menjelaskan bahwa para petani mulai tertarik menanam padi jenis umur pendek seperti Pajajaran, M70D, Trisakti yang tersedia di pasaran bebas, sehingga umur padi saat ini sudah mulai terlihat menguning.

Sementara itu, Ketua Poktan Dadi Mulyo Pangkah Candirejo, Semin, Siswo Sunarno menyebutkan kemungkinan besar padi musim tanam 2, bisa panen karena di lokasinya tersedia sumber air baik air tanah maupun air permukaan, sehingga besar harapannya tetap panen padi di musim kedua ini.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono kepada RRI, pada Kamis 7 Mei 2026 menyatakan kesiapannya untuk mendampingi penyuluh dan petani pada pertanaman selanjutnya. “Dinas bersama para penyuluh pertanian lapangan siap mendampingi para petani untuk pertanaman selanjutnya bagi wilayah yang ada sumber air agar memilih tanaman umur pendek seperti kacang hijau,’’ ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....