Sampah di Bantul Kini Hanya Diangkut jika Sudah Terpilah, Ini Jadwalnya!
- 04 Mei 2026 22:46 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mulai menerapkan skema pengangkutan sampah terpilah dari tingkat rumah tangga. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengolahan sampah, sehingga tidak terjadi lagi penumpukan sampah di fasilitas pengolahan akhir.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja menjelaskan, sistem ini mewajibkan warga untuk memisahkan sampah organik dan anorganik terlebih dahulu. Selanjutnya, sampah tersebut akan diangkut dan dibawa sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Jadi Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat itu jadwal untuk pengambilan sampah organik. Sementara Rabu dan Sabtu untuk sampah anorganik,” ucapnya, Senin, 4 Mei 2026.
Dengan implementasi sistem baru ini, proses pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) menjadi lebih efisien. Pasalnya, selama ini sampah yang masuk ke TPST kerap dalam kondisi masih tercampur.
“Selama ini sampah menumpuk di TPST. Terkadang sehari itu habis waktu dan energi untuk memilah sampah tersebut. Sehingga proses pengolahannya menjadi lebih lama,” katanya.
Selain efisiensi waktu, pemilahan sampah juga bertujuan untuk kemudahan pengolahan dan hasil akhirnya. Sebab, sampah organik masih bisa diolah dan menghasilkan nilai ekonomi.
“Sampah organik dan anorganik itu penanganannya pasti berbeda. Kalau organik bisa diolah menjadi pupuk kompos, dan sebagainya. Sementara kalau anorganik bisa didaur ulang. Dan kalau sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi baru diinsenerasi,” ujarnya.
Agus menambahkan, penerapan sistem baru ini menuntut masyarakat untuk lebih disiplin dalam memilah sampah. Bahkan, petugas tidak akan mengambil sampah apabila masih dalam kondisi tercampur.
“Ini sebagai bentuk ketegasan dan metode mendidik masyarakat. Misalnya hari ini jadwalnya ambil sampah organik, kalau masih tercampur ya tidak diambil. Pilah dulu baru kami ambil sampahnya. Sehingga nanti di TPST sudah dalam kondisi homogen,” ucapnya menambahkan.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Fenty Yusdayati menjelaskan, pengambilan sampah juga dilakukan di pasar-pasar tradisional yang ada di Bumi Projotamansari. Jadwal pengangkutan sampahnya pun juga disesuaikan.
“Jadi masing-masing pelanggan dapat jatah dua kali organin dan satu kali anorganik dalam sepekan. Kalau di pasar berberda tergantung hari pasarnya. Dan untuk yang di jalan-jalan tentu juga kami ambil setiap hari,” katanya.
Nantinya, pelaksanaan program ini akan dievaluasi secara berkala setiap akhir pekan. Apabila masih ditemukan sampah tercampur di depo akhir dengan jumlah yang signifikan, maka akan dilakukan evaluasi terhadap petugas dan sistem pengambilan sampahnya.
“Kalau yang tercampur masih banyak, nanti akan kami evaluasi dari armadanya juga. Selain itu kami juga sudah melakukan uji coba di Pasar Imogiri, untuk pemilahan sampah anorganik. Dan itu bisa dijual kembali,” ujarnya.
Lebih lanjut, DLH Bantul telah menyiapkan 38 armada untuk mengangkut seluruh sampah di wilayah Bantul. Setiap armada tersebut akan mengambil sampah dari 320 titik setiap harinya.
“Targetnya 50-100 ton per hari. Semoga ini bisa berjalan lancar dan apabila ada kendala di lapangan nanti akan diselesaikan segera,” kata Fenty.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....