PSEL Piyungan Mulai Dibangun Akhir 2026, Butuh Pasokan 1.000 Ton Sampah per Hari
- 26 Jul 2026 13:36 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Proyek pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Piyungan, Bantul ditargetkan dimulai pada akhir tahun 2026. Nantinya, fasilitas tersebut membutuhkan suplai sampah minimal 1.000 ton per hari.
Kepala Balai Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, Aris Prasena menyatakan saat ini Pemda DIY telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk memenuhi kuota sampah yang dibutuhkan. Masing-masing daerah sudah menyusun rencana induk pengelolaan sampah yang mencakup area serta fasilitas yang dilibatkan.
“Rinciannya itu suplai sampah dari Kota Yogyakarta sebanyak 300 ton, Kabupaten Sleman sebanyak 450 ton, dan sisanya sebanyak 250 ton akan dipenuhi oleh Kabupaten Bantul,” ucapnya, Sabtu, 25 Juli 2026.
Aris menambahkan, koordinasi akan terus dimatangkan agar sistem pengelolaan bisa berjalan dengan maksimal. Masing-masing daerah diharapkan dapat mengatur manajemen pasokan sampah ke PSEL dengan sebaik-baiknya.
“Kalau kuotanya kurang nanti didenda, sementara kalau kelebihan berarti manajemennya perlu diperbaiki. Jadi kami selalu koordinasi agar semua bisa berjalan dengan baik, mungkin juga nanti dari Kulon Progo juga bisa menyusul di tahun-tahun selanjutnya,” ujarnya.
Apabila konstruksi berjalan dengan lancar, PSEL Piyungan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun 2028. Saat ini, Pemda DIY bersama konsorsium dan pihak terkait masih melakukan proses pematangan lahan.
“Lahan sudah tersedia dan masih tahap pematangan. Groundbreaking atau tahapan pembangunan targetnya pada akhir tahun ini dan mulai menerima pasokan sampah pada akhir 2028,” katanya.
Lebih lanjut, Pemda DIY juga tengah melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak terkait alur pengiriman sampah dari masyarakat hingga masuk ke PSEL. Dengan demikian, skema tersebut sudah siap digunakan saat PSEL mulai beroperasi.
“Masih ada waktu dua tahun untuk mengonsolidasikan semua, termasuk dari masyarakat, pengepul, depo sampah, hingga masuk ke PSEL. Sistemnya akan diperbaiki sehingga alur pengiriman sampah bisa disusun dengan optimal,” ucapnya menambahkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....