Bupati Bantul Tegaskan SPPG Wajib Benahi Sarana termasuk IPAL

  • 03 Mei 2026 16:02 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya, wajib membenahi sarana dan prasarana sebelum beroperasi. Hal tersebut dirasa perlu usai mencuatnya dugaan pencemaran sumur warga, oleh limbah cair dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dari SPPG di kawasan Trimurti, Srandakan.

Oleh karena itu, Halim menegaskan kepada seluruh SPPG untuk memperbaiki segala instalasi termasuk pembuangan limbah. Sehingga, insiden di Trimurti tidak akan terulang lagi di wilayah lainnya.

“Pengelolaan SPPG itu kami tuntut untuk diperbaiki termasuk pengelolaan limbahnya. Maka ada uji air sampai kepada SLHS, higienitas, sanitasi, termasuk limbahnya juga,” ucapnya, Jumat, 1 Mei 2026.

Bupati pun menilai jika SPPG tidak boleh beroperasi sebelum perizinan dan standar operasionalnya terpenuhi. Hal itu demi menjamin keamanan lingkungan dan serta menjaga kualitas Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan.

“Ya harus (dipenuhi semua perizinan dan standar operasional SPPG). Jadi sebelum ada izin, SPPG tidak boleh beroperasi. Di samping kami ingin memastikan keamanan lingkungan, juga untuk keamanan konsumsi anak-anak yang mendapatkan MBG,” katanya.

Sebelumnya, sumur milik warga di Padukuhan Mangiran, Trimurti, Srandakan, Bantul diduga tercemar limbah cair instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Akibatnya, air sumur menjadi berbusa dan mengeluarkan bau tidak sedap sehingga tidak bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah satu warga, Agus Indriyanto (55) mengaku kini dirinya terpaksa membeli air bersih untuk kebutuhan konsumsi keluarganya. Menurutnya, air sumur sudah tidak layak lagi dikonsumsi.

“Kalau untuk kebutuhan masak dan minum, saya beli air galon setiap hari. Karena memang airnya bau dan mengeluarkan busa. Untuk urusan mandi harus ke rumah saudara yang jaraknya sekitar satu kilometer,” ucapnya, Kamis, 30 April 2026.

Agus pun menduga pencemaran sumur disebabkan oleh keberadaan SPPG di dekat kediamannya. Pasalnya, SPPG tersebut baru saja beroperasi sejak awal April 2026.

“Saya sudah tinggal di sini selama 30 tahun dan air sumur tidak pernah seperti ini. Kemungkinan ya dari SPPG itu,” katanya.

Sementara itu, Kepala SPPG Trimurti Srandakan #004, M Fauzan, mengaku siap untuk bertanggung jawab. Pihaknya pun sudah bertemu dengan warga dan merumuskan solusi terbaik.

“Pastinya kami akan bertanggung jawab. Solusinya yakni membangunkan sumur bor baru bagi warga yang terdampak,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....