Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Kulon Progo Naik Signifikan

  • 30 Apr 2026 15:59 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Kulon Progo - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah melakukan akselerasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kulon Progo. Langkah ini merupakan tindak lanjut konkret dari kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), beberapa waktu lalu untuk memastikan proyek selesai tepat waktu.

Sri Wahyudi S.T, Ketua Tim Teknis Pembangunan Sekolah Rakyat DIY, menjelaskan, saat ini progres fisik pembangunan telah menunjukkan peningkatan signifikan. Pembangunan kawasan pendidikan di atas lahan seluas kurang lebih 7,1 hektare ini telah mencapai 44,52% atau sebesar 5,61% dari capaian sebelumnya.

"Progres saat ini kita mengejar percepatan di 20 Juni, saat ini sudah mencapai di 44%," ujarnya di Lendah, Kamis 30 April 2026.

Guna mencapai target penyelesaian pada Juni 2026 sebelum Tahun Ajaran Baru 2026/2027, lanjut Yudi, jumlah tenaga kerja akan ditambah secara berkala. Jumlah Pekerja Saat Ini tercatat sebanyak 893 orang atau meningkat dari sebelumnya 840 orang.

Yudi merencanakan, akan menambah jam kerja dari pagi hingga malam hari untuk mengejar target penyelesaian di Bulan Juni mendatang. Ia berencana menerapkan sistem shift saat memasuki tahap pekerjaan arsitek.

Struktur bangunan ditargetkan selesai pada awal Mei 2026 agar pengerjaan arsitek, MEP (Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing), serta landscape dapat segera menyusul.

Sekolah Rakyat ini, tutur Yudi, dirancang sebagai pusat pendidikan terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA. Kawasan ini akan memiliki 25 massa bangunan yang terbagi dalam 21 zona, dan dilengkapi dengan fasilitas asrama siswa, sarana olahraga, dan ruang belajar. Program Sekolah Rakyat ini dikhususkan bagi masyarakat prasejahtera melalui skema pendidikan gratis.

Terkait kendala di lapangan, Yudi menegaskan bahwa secara teknis dan ketersediaan material tidak ada hambatan berarti. Meski cuaca terkadang menjadi tantangan.

"Pembayaran upah dari kami, Kementerian PU, selalu tepat waktu terhadap kontraktor. Kemarin memang ada kendala di pihak mandor, namun hal tersebut sudah diselesaikan oleh pihak kontraktor dan sekarang sudah clear," ujarnya.

Pembangunan ini, harapannya dapat segera selesai agar bisa memberikan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat di Yogyakarta. Saat ini, pengerjaan gedung SD terpantau sudah mulai memasuki tahap pemasangan atap dan diprediksi akan selesai lebih awal dibanding zona lainnya.

Selain manfaat pendidikan, proyek ini juga membawa dampak ekonomi bagi warga sekitar:

1. Menyerap 25% tenaga kerja lokal dari total pekerja proyek.

2. Melibatkan dan memberdayakan 39 pelaku UMKM di sekitar lokasi pembangunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....