DIY–NTT Kolaborasi Dorong Digitalisasi Pertanian

  • 30 Apr 2026 13:15 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pemerintah Daerah DIY terus menguatkan posisinya sebagai rujukan dalam transformasi digital, salah satunya melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kolaborasi ini difokuskan pada digitalisasi sektor pertanian guna menjaga stabilitas produksi, memberikan kepastian harga bagi petani, serta mengendalikan inflasi.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan Yogyakarta. Pertemuan ini juga dihadiri perwakilan Bank Indonesia dari kedua wilayah sebagai ajang berbagi pengalaman dan menjajaki kerja sama konkret.

Sri Sultan menegaskan bahwa setiap kebijakan pembangunan merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan evaluasi dan penyempurnaan. “Dari proses itu kita belajar. Yang penting adalah keyakinan untuk terus menyempurnakan kebijakan agar manfaatnya bisa dirasakan secara luas,” ujar Sri Sultan.

Ia juga mendorong keterbukaan komunikasi lintas daerah, tidak hanya di tingkat pimpinan, tetapi hingga perangkat daerah di kabupaten dan kota. Menurutnya, komunikasi yang fleksibel akan mempercepat pertukaran pengetahuan serta replikasi program unggulan.

Dalam kesempatan itu, Sri Sultan menekankan pentingnya penguatan infrastruktur digital sebagai fondasi transformasi. DIY telah mengembangkan jaringan fiber optik yang mendukung berbagai sektor, mulai dari pendidikan, layanan publik, hingga pertanian, transportasi, dan perpajakan.

Gubernur NTT menyampaikan apresiasi terhadap inovasi digital yang telah diterapkan di DIY, termasuk platform Dipanen.id yang dinilai mampu menciptakan sistem perdagangan hasil pertanian yang lebih transparan dan efisien. “DIY memberikan banyak pembelajaran berharga. Praktik digitalisasi yang sudah berjalan ini akan kami pelajari, adaptasi, dan implementasikan di NTT. Digitalisasi ini sangat membantu menjaga stabilitas produksi, memberikan kepastian harga bagi petani, serta menekan inflasi daerah. Kami juga siap memperkuat sinergi lintas daerah untuk membangun ekosistem ekonomi yang lebih terintegrasi,” ucap Melki.

Kepala Perwakilan BI DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menambahkan bahwa digitalisasi menjadi kunci dalam meningkatkan ketahanan pangan dan efisiensi rantai pasok. Proses transaksi menjadi lebih cepat, transparan, serta mendorong kemandirian dan daya saing petani.

Sementara itu, Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan bahwa penguatan sektor pertanian juga didukung melalui program Lumbung Mataraman yang mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan berbasis masyarakat dengan melibatkan petani milenial.

Kolaborasi DIY–NTT ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital pertanian secara inklusif dan berkelanjutan. Selain memperkuat ketahanan pangan, kerja sama ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....