Buka Helpdesk Kasus Daycare Little Aresha, Pemkot Terima 149 Aduan
- 29 Apr 2026 21:54 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Penanganan korban dugaan kasus kekerasan dan penelantaran pada anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta mulai dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta. Ratusan anak mendapatkan pendampingan psikologis hingga pendidikan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, Retnaningtyas mengatakan, hingga Selasa pagi, 28 April 2026 tercatat ada 149 laporan yang masuk melalui hotline helpdesk di UPT PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak). Jumlah ini mencakup anak-anak yang masih aktif maupun yang sudah lulus dari tempat penitipan yang beradai di jalan Pakel Baru Utara, Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo.
“Kami sudah membuka hotline help desk di UPT PPA untuk keluarga-keluarga korban sekarang sudah ada 149 data yang masuk ke tempat kami. Kemudian sudah dilakukan asesmen awal mulai dari hari Minggu untuk mengetahui kebutuhan-kebutuhan dari keluarga dan anak-anak,” ucapnya.
Mengingat jumlah korban yang cukup besar, pihaknya pun menggandeng berbagai lintas sektor untuk melakukan trauma healing dan skrining tumbuh kembang anak. Sebanyak 18 psikolog dari Puskesmas, empat psikolog dari Dinas Kesehatan DIY, serta dukungan dari Ikatan Psikolog Klinis diterjunkan untuk memperkuat tim internal UPT PPA.
“Mulai hari Minggu kemarin sudah ada pendampingan psikologis. Hari Minggu kemarin sudah 37 anak yang kami asesmen, Senin bertambah 53 anak, kemudian proses masih berjalan terus sampai Kamis nanti. Hasilnya beragam, tentu butuh pendampingan lebih lanjut yang beda-beda tiap anak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Retnaningtyas menyebutkan, pasca penutupan permanen Daycare Little Aresha oleh pihak kepolisian, pendidikan sejumlah anak yang terdampak langsung juga menjadi perhatian serius. Sehingga upaya untuk mendapatkan tempat penitipan baru terus dilakukan agar tetap mendapat pendidikan dan pengasuhan di tengah orang tuanya yang harus bekerja.
Untuk sementara, Pemkot Yogyakarta telah memetakan 32 lokasi alternatif, yakni 15 lokasi awal yang ditentukan, dan upaya penambahan 17 titik lokasi, yang siap memberikan pendidikan bagi para korban. Orang tua juga diberikan kebebasan untuk memilih sekolah yang dianggap paling cocok bagi buah hati mereka, dengan beban biaya ditanggung pemerintah secara penuh.
“Kami sudah koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Perizinan. Biaya pendidikan di tempat baru ini akan ditanggung pemerintah kota sampai akhir semester ini, atau sampai bulan Juni nanti,” ujarnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....