Aktivitas Dinilai Biasa, Warga Tak Curiga Ada Kekerasan di Daycare Little Aresha
- 26 Apr 2026 13:26 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Warga sekitar tempat penitipan anak atau Daycare Little Aresha yang berlokasi di Kampung Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, tidak menaruh rasa curiga terhadap aktivitas di lokasi tersebut.
Salah satu warga, Beni, mengatakan bahwa daycare tersebut baru menempati gedung baru sekitar satu tahun terakhir. Sebelumnya, kegiatan berlangsung di gedung lama yang lokasinya tidak jauh dari tempat saat ini.
"Di bangunan ini paling baru sekitar setahun. Yang lama di sana, itu untuk TK. Kalau TK sudah lama, tapi daycare-nya baru menempati di sini. Mungkin di sana juga ada daycare," ujar Beni saat ditemui di lokasi, Sabtu, 25 April 2026.
Ia menambahkan, selama ini aktivitas di daycare terlihat normal dan tidak menimbulkan kecurigaan dari warga sekitar. "Aktivitasnya kelihatannya biasa saja. Banyak orang yang enggak tahu, enggak mendengar apa-apa," katanya.
Atas kasus kekerasan yang terjadi di Daycare Little Aresha ini, Kapolresta Yogyakarta, Kombes Polisi Eva Guna Pandia menyatakan, pihaknya telah menetapkan 13 orang tersangka. Mereka terdiri dari kepala yayasan, kepala sekolah, hingga pengasuh.
"Kami menetapkan 13 orang tersangka sementara. Terdiri dari satu orang kepala yayasan, satu orang kepala sekolah, dan 11 orang pengasuh," ucapnya kepada awak media, Sabtu, 25 April 2026.
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, memastikan pemerintah akan memberikan pendampingan kepada keluarga korban, termasuk bantuan pemulihan trauma bagi anak-anak yang menjadi korban Daycare Little Aresha.
"Kemarin kami bersama KPAI, dan saya sudah koordinasi dengan Pak Kapolres. Mulai hari ini, saya akan bertemu dengan pihak-pihak keluarga sampai besok," ujar Hasto, Minggu, 26 April 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....