Anggaran Danantara Belum Turun, PSEL di Bantul Belum Terealisasi
- 27 Apr 2026 21:47 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Pemerintah pusat telah menetapkan Kabupaten Bantul sebagai salah satu pionir proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Meski begitu, hingga saat ini proses pembangunan proyek tersebut tak kunjung dilakukan.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan, hal itu disebabkan oleh anggaran pembangunan dari Danantara yang belum turun. Padahal, pembahasan terkait PSEL sudah bergulir sejak tahun lalu.
“Dulu rencananya dibangun awal tahun 2026 karena pembahasannya itu sudah sejak 2025. Sedianya tahun ini sudah beroperasi, tapi faktanya dari Danantara belum turun,” ucapnya, Senin, 27 April 2026.
Halim menilai, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengelolaan sampah di Kabupaten Bantu. Mengingat, volume sampah yang dihasilkan semakin hari kian bertambah.
“Ini menjadi tantangan baru karena volume sampah itu tidak pernah turun,” ujarnya,
Sehingga, keberadaan PSEL dinilai krusial dalam membantu mengatasi permasalahan sampah saat ini. Kondisi ini pun diperparah dengan perubahan gaya hidup dan kebiasaan masyarakat.
“Orang yang makin sejahtera itu makin banyak memproduksi sampah. Lalu gaya hidup kita hari ini adalah gaya hidup yang memproduksi semakin banyak sampah, contohnya dengan banyaknya kemasan dari pesan makanan secara daring,” katanya.
Sebagai langkah antisipatif, Pemkab Bantul kini mendorong optimalisasi tempat pengolahan sampah yang ada. Salah satunya di ITF Bawuran, yang mampu mengolah sampah hingga 50 ton per hari.
“Maka kami mendorong agar ITF Bawuran itu ditingkatkan volumenya. Tentunya dengan skema KSO dari BUMD Aneka Dharma dan juga perusahaan yang mau berinvestasi,” ucapnya menambahkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....