Puspaga DIY Catat Usia Dewasa Awal Paling Rentan Alami Kesehatan Mental
- 27 Apr 2026 13:11 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) DIY mencatat usia dewasa awal atau usia 19-30 tahun menjadi rentang usia yang paling banyak mengalami gangguan kesehatan mental. Ini diambil dari catatan pengakses layanan konsultasi Puspaga DIY baik secara daring maupun luring selama 2025.
Konselor Puspaga DIY Ardila Vindy Suryani menjelaskan usia tersebut paling rentan mengalami gangguan kesehatan mental lantaran memasuki masa life quarter crisis. Pada masa ini biasanya berkaitan erat dengan pencarian jati diri. Di sisi lain, pada usia tersebut juga paling banyak terdiri dari mahasiswa. Tekanan tugas di bangku kuliah juga mendorong potensi gangguan kesehatan mental.
“Permasalahan yang paling banyak dilaporkan adalah cemas, tidak bersemangat, dan overthinking,” kata Vindy saat dihubungi baru-baru ini.
Meski demikian, Vindy menyebut kesadaran masyarakat utamanya generasi muda terhadap kesehatan mental sudah tinggi. Ini dibuktikan dari layanan konseling Puspaga DIY yang selalu penuh setiap harinya. Bahkan, pengakses layanan ini harus mendaftar dan antre terlebih dahulu. Vindy mengatakan, setiap hari Puspaga DIY melayani hingga 12 konseling yang dilayani secara daring maupun luring. Walaupun sudah tersusun jadwalnya, tapi Vindy memastikan selalu ada satu slot yang disiapkan untuk kasus-kasus yang mendesak.
“Konseling setiap harinya dilayani oleh lima orang konselor,” ujar Vindy.
Vindy menuturkan permasalahan yang paling kerap dia terima pada sesi konsultasi adalah persoalan kecemasan. Kondisi ini salah satunya disebabkan oleh maraknya penggunaan sosial media. Vindy menyebut jika tak memiliki kontrol yang baik, mengakses sosial media justru bisa menjadikan penggunanya membandingkan diri dengan orang lain. Apabila tidak segera tertangani, maka bukan tidak mungkin kasus overthinking ini menjadi lebih parah dan berubah menjadi depresi.
“Kalau ngomongin overthinking, pasti ada membandingkan sama orang lain, kepercayaan dirinya rendah. Overthinking ‘mengapa orang lain bisa tetapi aku tidak bisa’,” ucapnya
Vindy mengatakan sejauh ini pihaknya menangani kasus kesehatan mental yang terhitung masih ringan. Puspaga DIY lantas akan merekomendasikan untuk mendapatkan diagnosa ke psikolog jika ditemui adanya indikasi gangguan kesehatan mental sedang hingga berat. Di samping itu, Puspaga DIY juga turut mendampingi korban kekerasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....