RRI Yogyakarta Raih Dua Penghargaan Berkat Kiprah di Bidang Riset dan Budaya

  • 12 Sep 2026 23:01 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Radio Republik Indonesia (RRI), RRI Yogyakarta menerima dua penghargaan dari Persatuan Periset Indonesia Badan Riset dan Inovasi Nasional Wilayah DIY serta Badan Musyawarah Museum (Barahmus) DIY.

Penghargaan itu diserahkan dalam rangkaian kegiatan Pentas Musik Koes Plus yang diselenggarakan Museum Benteng Vredeburg bekerja sama dengan RRI Yogyakarta, Sabtu, 12 September 2026. Dua penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas peran RRI Yogyakarta sebagai hub atau penghubung antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat,

Perwakilan Persatuan Periset Indonesia Badan Riset dan Inovasi Nasional Wilayah DIY, Joni Indardi, mengatakan penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran RRI dalam menyeberluaskan hasil riset atau ilmu pengetahuan sekaligus mengedukasi masyarakat.

“Di usia ke-81 tahun, kami mengucapkan banyak terima kasih karena RRI telah mengajak kami berkolaborasi. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas perjalanan panjang RRI. Beberapa tahun terakhir kami diajak bekerja sama untuk mendiseminasikan atau menyosialisasikan hasil-hasil riset, baik di bidang bahasa, sosial budaya, maupun berbagai ilmu pengetahuan,” ujar Joni saat ditemui di lokasi.

Ia berharap RRI terus berperan dalam menyebarluaskan ilmu pengetahuan kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat menghargai bahwa ilmu pengetahuan sebagai soko guru, benteng, dan landasan untuk membangun keindonesiaan serta menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang besar.

Sementara itu, Barahmus DIY memberikan penghargaan kepada RRI sebagai media yang berperan dalam pelestarian budaya, sejarah, dan pendidikan. Ketua Barahmus DIY, Hajar Pamadhi, menjelaskan penghargaan diberikan karena RRI dinilai konsisten mengangkat gagasan dan program museum sehingga keberadaan museum, khususnya di Yogyakarta, semakin dikenal masyarakat luas.

“RRI telah mengangkat gagasan-gagasan museum sehingga museum, terutama yang ada di Yogyakarta, dan Barahmus bisa dikenal di berbagai daerah. Melalui program RRI Pro 4, kami bahkan mendapat pertanyaan dari masyarakat di Pekanbaru, Samarinda, dan daerah lainnya,” kata Hajar

Perluas jangkauan

Menurutnya, kolaborasi dengan RRI membantu memperluas jangkauan informasi mengenai museum dan keberadaan Barahmus DIY. Hajar menilai gagasan dan program yang dikembangkan RRI Yogyakarta penting untuk memperkenalkan museum dan Barahmus kepada masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Sementara itu, Kepala Stasiun RRI Yogyakarta, Taufan Pamungkas Marhaendra Jaya, menyambut baik dua penghargaan tersebut. Menurutnya, penghargaan itu menjadi bukti bahwa RRI sebagai lembaga penyiaran publik terbuka bagi seluruh komponen masyarakat dan komunitas untuk berkolaborasi.

“RRI itu radio publik. Artinya, semua komponen dan masyarakat boleh menggunakan RRI dalam tanda kutip. Paradigma RRI sekarang adalah sebagai hub masyarakat, tempat untuk menghubungkan berbagai pihak, baik anak muda, masyarakat umum, maupun komunitas,” ucap Taufan

Ia menjelaskan kolaborasi dengan Persatuan Periset Indonesia Badan Riset dan Inovasi Nasional Wilayah DIY menjadi salah satu upaya RRI untuk membantu menyebarluaskan hasil penelitian kepada masyarakat melalui berbagai platform.

Menurut Taufan, kolaborasi serupa juga dilakukan dengan komunitas museum melalui Barahmus DIY. Hal tersebut sejalan dengan upaya menjadikan Yogyakarta sebagai kota museum. Bahkan, dalam kolaborasi tersebut muncul gagasan untuk mengembangkan museum radio di Yogyakarta.

Taufan menambahkan, penghargaan yang diterima bertepatan dengan HUT ke-81 RRI menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai komunitas dan lembaga.

“Di momen 81 tahun RRI ini, kita juga mendapatkan berkah yang luar biasa dari kepercayaan berbagai komunitas untuk bisa bekerja sama dengan RRI,” ucapnya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....