Jangan Salah, Ini 10 Cara Memilih Daycare untuk Buah Hati Tercinta
- 29 Apr 2026 09:35 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Daycare merupakan tempat penitipan anak yang dikelola oleh pihak tertentu. Tempat ini dipilih oleh orang tua yang bekerja demi menggantikan mereka untuk mengurus anak dalam kegiatan sehari-hari. Ada beberapa keuntungan menitipkan anak di Daycare :
- Anak dapat bersosialisasi dengan baik
- Anak akan mendapatkan makanan pagi, siang, dan snack secara teratur sehingga orang tua tidak perlu khawatir mengenai kecukupan makanan harian anak.
- Anak dapat belajar untuk melakukan hal-hal kecil secara mandiri, seperti makan sendiri, antri, belajar cuci tangan, belajar berbagi, dan berkenalan dengan anak lain.
- Pendamping atau guru daycare merupakan orang profesional yang dapat memastikan anak mendapatkan pengetahuan sesuai dengan usianya.
- Kegiatan anak terstruktur, anak bisa latihan untuk menjadi pribadi yang disiplin.
- Orang tua bisa berkonsultasi dengan pihak Daycare secara berkala untuk memantau perkembangan anak.
Dalam memilih Daycare, usahakan untuk tidak memasukkan anak ke dalam Daycare yang terlalu ramai.
- Bayi baru lahir-12 bulan: maksimal 6 bayi dalam 1 grup, rasio 1:3
- Toddler usia 13-30 bulan maksimal 8 bayi dalam 1 group 1:4
- 31-35 bulan maksimal 10 anak dalam 1 grup, rasio 1:5
- Preschool/ PAUD usia 3 tahun: maksimal 14 anak dalam 1 grup, rasio 1:7
Berikut cara memilih Daycare yang berkualitas dikutip dari babylist.com
- Review Daycare baik, Daycare yang berkualitas biasanya memiliki reputasi yang baik, caranya bisa ditanyakan ke teman atau cek review di website atau laman media sosial, seperti facebook, Instagram, web/blog.
- Memiliki lingkungan yang ramah, peduli, dan edukatif. Orang tua dapat melakukan survei langsung untuk melihat kondisi daycare untuk melihat kenyamanan dan kebersihan.
- Perhatikan apakah Daycare memiliki lingkungan yang sesuai dengan usia anak seperti memiliki ruangan untuk bayi dengan lantai yang luas untuk tummy time dan tempat duduk ukuran anak untuk toddler berkegiatan.
- Memiliki kurikulum yang bervariasi dan menarik. Perhatikan bagaimana aktivitas yang ditawarkan dapat memenuhi kebutuhan anak dan proses belajar anak serta didukung dengan kemampuan guru yang mampu mendukung hasil belajar anak.
- Perlu dilihat apakah terdapat program kerjasama antara orang tua dan guru/sekolah dalam menambah pengalaman belajar anak.
- Pengasuh memiliki kualifikasi yang tepat, memiliki sertifikasi dasar untuk menangani anak-anak. Para pengasuh pernah atau sedang mendapatkan pelatihan yang berkaitan dengan anak. Selain itu, perhatikan apakah kualifikasi pendidikan yang berkaitan dengan psikologi anak atau pendidikan anak usia dini.
- Memiliki standar keamanan, mulai dari childproofing (colokan listrik yang tertutup, terdapat pagar pada tangga), keamanan makanan, penyimpanan dan perawatan mainan, dan pengawasan yang konstan.
- Perhatikan juga apakah penyimpanan bahan-bahan berbahaya dan beracun jauh dari jangkauan anak. Pastikan tidak terdapat benda kecil yang tercecer, terutama di area bayi, yang berpotensi membuat anak tersedak.
- Memiliki kebijakan dan peraturan yang jelas dan tertulis jadwal aktivitas yang rapi dan teratu, mulai dari SOP mengajar, SOP penerimaan dan penjemputan siswa, jadwal makan, hingga SOP terkait keamanan dan situasi darurat.
- Daycare memiliki izin (hingga terakreditasi) resmi dan terdaftar di otoritas yang berwenang dengan memastikan bahwa daycare aman dan diselenggarakan sesuai dengan peraturan yang sah yang dikeluarkan oleh otoritas Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....