Menangis Dengar Kesaksian Orang Tua Korban Daycare, Hasto Siapkan Tim Ahli
- 26 Apr 2026 22:34 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menerima langsung para orang tua korban kasus dugaan kekerasan pada anak yang dilakukan tempat penitipan anak atau Daycare Little Aresha. Pertemuan yang berlangsung hampir 3 jam di rumah dinas Wali kota Yogyakarta dilakukan Hasto untuk mendengarkan cerita langsung dari para orang tua korban.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, mengaku sedih dengan cerita yang disampaikan para orang tua, apalagi korbannya adalah anak-anak. Sebagai orang tua ia membayangkan, bagaimana indikasi-indikasi yang dilakukan saat anak dititipkan di penitipan anak tersebut.
Kesedihan yang dirasakan dokter spesialis kandungan dan kebidanan pada momen ini tidak terbendung dan air mata menetes tidak tertahan.
"Kita sebagai orang tua bisa membayangkan, seperti apa anak yang tidak bisa protes dan anak yang belum punya beginning position seperti apa, tapi ada perlakuan-perlakuan seperti yang disampaikan," katanya, seusai mendengarkan cerita para orang tua di rumah dinas Wali Kota, Minggu, 26 April 2026.
Hasto mengungkapkan, indikasi adanya dugaan kekerasan pada anak sebenarnya sudah terdengar dan rencananya pada hari Jumat, 24 April 2026 akan ditindak lanjuti dengan melakukan sidak. Namun hal tersebut urung dilakukan, karena dari jajaran kepolisian resort kota (Polresta) Yogyakarta akan melakukan penggerebekan pada Jumat sore.
"Saya juga sama-sama menghormati proses itu dan saya kira Pak Kapolres sudah bertindak dengan sangat reaktif dan cepat, menurut saya sangat baik. Kami mengapresiasi Pak Kapolres," ucapnya.
Hasto menyampaikan, perlindungan akan dilakukan Pemkot Yogyakarta terutama bagi anak-anak yang menjadi korban, karena dirasakan orang tua ada beberapa yang memiliki tanda-tanda kurang sehat secara psikologis. Setelah pertemuan ini dirinya akan langsung membentuk tim pendampingan bagi anak-anak.
"Kami tadi sudah diskusi dengan KPAI, kemudian dengan dinas untuk segera, ini nanti setelah ini kami langsung rapat untuk membentuk tim pendampingan, itu untuk mendampingi anaknya. Ini tentu butuh psikologi anak, butuh ahli tumbuh kembang anak, butuh ahli gizi untuk asupan anak, butuh ahli parenting yang kita siapkan," ujarnya.
Disamping untuk anak, Hasto juga menambahkan, pendampingan juga akan dilakukan kepada para orang tua korban karena dari sisi psikologis dapat dipastikan terganggu, baik setres, terkejut kondisi yang dialami. Hal ini pun, juga disampaikan para orang tua saat pertemuan tersebut.
"Tadi orang tua menangis saat menyampaikan, sehingga mereka juga menginginkan ada pendampingan secara psikologi kepada orang tuanya. Sehingga kita pun juga bersama-sama, ini kita punya psikolog-psikolog yang ada di psikolog klinis yang ada di Puskesmas jumlahnya ada 18 juga kita siapkan," katanya, menjelaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....