Sejumlah Ikan Mati di Sungai Belik, DLH Bantul Telusuri Penyebabnya

  • 26 Apr 2026 11:22 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Dugaan sejumlah ikan mati akibat keracunan limbah di Sungai Belik, Wonokromo, Pleret, Bantul, sempat menarik perhatian publik. Bergerak cepat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul telah menerjunkan tim ke lokasi kejadian.

Kepala DLH Bantul, Bambang Purwadi Nugroho menyatakan, tim teknis sudah melakukan pengambilan sampel air dan juga ikan yang mati. Meski begitu, hasil pengujian laboratorium baru akan keluar setidaknya tiga pekan lagi.

“Sampel air dan ikan sudah kami ambil, biasanya tiga pekan hasilnya sudah keluar. Untuk laboratoriumnya sendiri sudah kami tunjuk,” ucapnya, Jumat, 24 April 2026.

Selain itu, DLH Bantul juga melakukan pengecekan Intalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal milik warga. Sebab, IPAL tersebut diguga menjadi penyebab utama pencemaran air sungai.

“Masih kami dalami penyebabnya, dugaan awalnya itu akibat IPAL komunal. Kemungkinan ada yang bocor atau bagaimana, tapi dugaan awalnya itu,” katanya.

Selanjutnya, tim teknis pun sudah berkoordinasi dengan unsur kepentingan setempat untuk melakukan langkah antisipatif. Sehingga, pencemaran air di lokasi tersebut tidak semakin meluas.

“Kami sudah koordinasikan dengan unsur kewilayahan, kalau memang betul penyebabnya itu ya agar dihentikan IPAL-nya untuk sementara waktu agar tidak semakin menyebar. Kalau sudah dihentikan lalu diperbaiki dulu,” ujarnya.

Sembari menunggu hasil uji laboratorium, DLH menegaskan kepada warga sekitar untuk tidak mengonsumsi ikan yang mati di sungai tersebut. Sebab, ikan-ikan tersebut dikhawatirkan mengandung zat yang membahayakan kesehatan tubuh.

“Ikan-ikan (yang mati) itu mesti disingkirkan dan tidak boleh dikonsumsi karena berbahaya bagi kesehatan,” ucapnya menambahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....