Kolaborasi P4GN, Dorong Pelajar Jadi Agen Perubahan Melawan Bahaya Narkoba
- 26 Apr 2026 08:00 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID., Yogyakarta - Ratusan pelajar SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan “Edukasi dan Supervisi P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) & PN (Prekursor Narkotika) Goes to School” yang berlangsung di Waroeng Omah Sawah, Bantul, pada Kamis, 23 April 2026. Sejak awal acara, suasana ruang pertemuan dipenuhi semangat.
Para siswa aktif bertanya, berdiskusi, hingga berbagi pandangan tentang bahaya narkotika yang kian dekat dengan kehidupan generasi mereka.
Antusiasme ini menjadi gambaran bahwa isu narkoba bukan lagi hal yang jauh bagi pelajar. Justru, mereka mulai menyadari pentingnya memahami risiko sekaligus peran yang bisa diambil untuk saling menjaga di lingkungan sekolah.
BNNP DIY berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri dalam kegiatan tersebut sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran generasi muda terhadap bahaya narkotika, sekaligus memperkuat peran pelajar sebagai agen perubahan.
Dalam sambutannya, Kepala BNNP DIY, Kombes Polisi Faried Zulkarnain, S.I.K, menyampaikan dari tahun ke tahun angka prevalensi selalu mengalami peningkatan walaupun di tahun 2023 mengalami penurunan tetapi tetap secara umum selalu mengalami peningkatan.
‘’Berdasarkan data terbaru, provinsi DIY menempati rangking ke-5 dalam prevalensi penggunaan paling tinggi, dan selalu meningkat sejak tahun 2008,’’ katanya.
Berdasarkan data terbaru, prevalensi penyalahgunaan narkoba pada tahun 2025 mengalami peningkatan menjadi 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta jiwa, dengan sekitar 2,2 juta di antaranya berasal dari kelompok usia muda. Kondisi ini menunjukkan bahwa generasi pelajar menjadi kelompok yang rentan terhadap pengaruh penyalahgunaan narkotika.
Sementara itu, Kaban Kesbangpol Provinsi D.I.Y Lilik Andi Aryanto, S.IP., M.M yang turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai narasumber menyampaikan bahwa pelajar kini harus menjadi agen perubahan untuk melawan narkoba.
‘’Kegiatan forum pada hari ini memiliki makna strategis, karena menghadirkan para pelajar siswa generasi muda sebagai kelompok yang diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi agen perubahan (agent of change) di lingkungan masing-masing,’’ ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Asisten Deputi Bidang Koordinasi Penanganan Kejahatan Transnasional dan Luar Biasa, Kemenko Polkam - Brigjen Pol. Adhi Satya Perkasa., S.I.K.,M.H sebagai pemateri yang menyampaikan tentang beragam tantangan bagi generasi muda dalam menghadapi peredaran gelap narkoba. Menurutnya sangat diperlukan penguatan literasi dan edukasi tentang narkoba untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, di era digital saat ini.
Dari sudut pandang psikologi, kegiatan ini juga menghadirkan Akademisi Bidang Psikologi, Wahyu Bintari, M.Psi, yang mengulas berbagai faktor yang dapat memengaruhi kerentanan remaja terhadap penyalahgunaan narkoba.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut umumnya dipengaruhi oleh sejumlah aspek, seperti kurangnya pengawasan keluarga, tekanan ekonomi, konstruksi sosial seperti toxic masculinity, serta pengaruh lingkungan pergaulan.
Ia juga menambahkan, terdapat berbagai langkah preventif yang dapat dilakukan remaja untuk menjauhi narkoba, antara lain dengan menemukan tujuan hidup, mengisi waktu dengan aktivitas positif, mengelola stres secara sehat, meningkatkan kemampuan manajemen diri, membangun sikap asertif, berkonsultasi dengan tenaga profesional, serta menata pola hidup yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....