Strategi PDAM Tirta Handayani Hadapi Kemarau Panjang di Gunungkidul
- 24 Apr 2026 16:04 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Gunungkidul: Menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau 2026, PDAM Tirta Handayani Gunungkidul menyiapkan sejumlah langkah strategis. Langkah ini sebagai bentuk komitmen PDAM Tirta Handayani dalam menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi air bersih kepada masyarakat.
Ketua Dewan Pengawas PDAM Tirta Handayani, Supriyanto mengatakan, bahwa berbagai upaya telah dilakukan, baik yang sudah selesai maupun yang masih dalam proses pelaksanaan.
“Dalam rangka menghadapi musim kemarau tahun ini, kami melakukan peningkatan kapasitas produksi dan perbaikan jaringan distribusi agar pelayanan air bersih tetap optimal,” ujarnya, Jumat 24 April 2026.
Sejumlah langkah yang telah dilaksanakan antara lain penambahan pompa berkapasitas 30 kW di Intake Baron untuk meningkatkan debit layanan di kawasan pantai Gunungkidul. Selain itu, PDAM juga mengaktifkan booster pump di Cekel, Saptosari, guna mengaliri wilayah Temuireng dan sekitarnya.
Tak hanya itu, redesain pipa distribusi ke arah Bengkak, Kanigoro juga dilakukan untuk memperlancar aliran air. Penggantian pompa di sejumlah sumber air baku (SB) turut menjadi fokus, seperti di SB Paliyan, SB Ledoksari, dan Belik Ri di Kapanewon Nglipar.
“Redesain jaringan distribusi juga kami lakukan di wilayah Girisubo melalui sistem Suling untuk memperbaiki kualitas pelayanan,” kata Supri.
Sementara itu, beberapa program masih dalam tahap pengerjaan. Di antaranya pembangunan booster pump di Gerotan untuk menambah suplai air dari Seropan ke wilayah Tepus dan Tanjungsari. Kemudian pemasangan pompa tiga fase di SB Pampang untuk mendukung pelayanan di Paliyan, serta pemasangan kembali pipa transmisi Ngobaran baru yang terdampak proyek JJLS ruas Kepek–Ngobaran.
Secara umum, strategi yang dilakukan PDAM Tirta Handayani berfokus pada peningkatan kapasitas produksi melalui penggantian pompa dengan debit lebih besar serta penataan ulang jaringan distribusi agar aliran air lebih efektif.
Meski demikian, Supriyanto mengakui masih terdapat kendala, khususnya di wilayah selatan yang dilayani Cabang Bribin dan Baron.
“Kapasitas produksi di kawasan selatan masih terbatas, sehingga di beberapa wilayah kami masih memberlakukan sistem pelayanan air secara bergilir,” jelasnya.
Pihaknya berharap berbagai langkah yang dilakukan ini dapat meminimalisir dampak kekeringan dan memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....