Deteksi Kebocoran Pipa, PDAM Sleman Gunakan Teknologi Satelit
- 14 Jul 2026 07:15 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – PDAM Tirta Sembada Kabupaten Sleman sering terkendala gangguan kebocoran pipa bawah tanah, yang berdampak pada layanan air bersih kepada pelanggan. Sehingga, perusahaan daerah tersebut mencari solusi.
Yaitu memanfaatkan teknologi satelit radar SAOCOM dari Argentina, untuk mendeteksi kebocoran pipa bawah tanah, yang selama ini sulit dilakukan menggunakan teknologi konvensional. PDAM Tirta Sembada menjadi yang pertama kali melakukan hal ini.
Direktur PDAM Tirta Sembada Sleman, Bernadus Edy Nugroho berkolaborasi dengan sejumlah pihak, untuk penerapan teknologi satelit radar SAOCOM. Selain menggandeng UGM, juga bekerjasama dengan perusahaan riset dari Korea Selatan, yaitu Stellarvision.
”Lewat upaya ini kami berharap, bisa mempercepat deteksi kebocoran pipa bawah tanah,” ucapnya, Senin, 13 Juli 2026. ”Jika persoalan ini cepat ditangani, maka biayanya lebih efisien.”
Ia pun mengakui, tingkat kehilangan air pada area layanan PDAM Tirta Sembada Sleman sekitar 24,5 persen. Ada beberapa hal yang menjadi pemicunya, seperti beban kendaraan berat, akar pohon, hingga usia pipa yang telah menua.
”Area kebocoran tertinggi ada di beberapa lokasi, seperti Nogotirto, Bimomartani, dan kawasan Sleman barat,” katanya. ”Jika teknologi ini berhasil, akan berpotensi jadi solusi baru.”
Sedangkan Kepala Biro Manajemen Strategis UGM, Wirastuti Widyatmanti memastikan, penggunaan teknologi ini menjadi yang pertama di Indonesia. Namun, Stellarvision telah mengembangkan teknologi serupa di beberapa negara.
”Kerja sama dengan PDAM Tirta Sembada ini menjadi yang paling cepat,” ujarnya. ”Penelitian juga akan mengkaji berbagai tantangan, termasuk tingginya curah hujan yang berbeda dengan kondisi Korea Selatan sebagai negara beriklim subtropis.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....