Sumber Air Cadangan di Sleman Siap Dioptimalkan

  • 14 Jul 2026 15:21 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - PDAM Tirta Sembada Sleman menyiapkan sejumlah sumber air cadangan, sebagai langkah antisipasi penurunan debit air selama musim kemarau. Salah satunya Sungai Opak di Prambanan dengan kapasitas 150 liter per detik.

Direktur Utama PDAM Tirta Sembada Sleman, Bernadus Edy Nugroho mengakui, saat ini baru memanfaatkan 30 liter per detik pada sumber air di Sungai Opak. Sehingga, dari lokasi itu masih tersisa cadangan cukup banyak, mencapai 120 liter per detik.

”Selain itu, sumber air di Ngemplak hingga kini juga masih belum dioptimalkan,” ucapnya, Selasa, 14 Juli 2026. ”Demikian pula dua sumur cadangan di wilayah Ketingan Mlati.”

Untuk saat ini, PDAM Tirta Sembada mengandalkan SPAM Regional yang sumber airnya berasal dari Sungai Progo. Di lokasi tersebut, memiliki kapasitas air sebesar 150 liter per detik, dan hingga kini baru digunakan sekitar 125 liter per detik.

”Jika ditotal secara keseluruhan, PDASleman memiliki kapasitas produksi air bersih sekitar 500 liter per detik,” ucapnya. ”Kapasitas sebesar itu untuk melayani 46.500 pelanggan, yang berasal dari mata air, air permukaan, dan SPAM regional.”

Berdasarkan pemetaan PDAM Sleman, ada wilayah tertentu di Bumi Sembada yang paling rawan mengalami kekeringan. Yaitu Kapanewon Minggir di Sleman bagian barat, meski saat ini daerah tersebut tidak memerlukan droping air bersih saat kekeringan.

”Tepatnya sejak tahun 2019, Kapanewon Minggir tidak lagi butuh suplay air bersih saat kemarau,” katanya. ”Namun saat terjadi kerusakan pompa, baru dilakukan droping.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....